Jumat, 27 Januari 2012

TIDAK ADIL HUKUM ITU

Diambang kehancuran atau ini hanya sebuah cobaan,tapi rasanya memang sudah kandas jauh sebelum ini , hanya saja dibiarkan berlayar tanpa kompas, tak tau arah mata angin tak tau kemana tujuan,lantas akan kemana perahu berlayar.keutara, keselatan,ketimur atau ke barat dan ketika itu jelas dihadapan mata.aku kehilangan nahkoda yang kupercaya mampu melalui samudra hingga kesebuah dermaga harapan,jauh sebelum kutertinggal di kebisuan yang menghentakku dari keyakinan.Hanya karena persahabatan perahuku pecah berkeping keping, Sahabat yang hanya menjerumuskan hingga tak ada harapan untuk kembali pulang sebagai tempat naungan.Mungkin hanya buah hati saja untuk tetap bertahan, atau aku tak akan sanggup bertahan dalam melanjutkan perjalanan.Andai aku sanggup menghancurkannya tapi tetap saja nurani mencegahku.lalu apa yang harus kulakukan sedang kemarahan ini tak lagi dapat kukendalikan,sementara mereka yang menghasut tertawa berpesta pora, katanya hanya kepadaNya aku memohon, lantas seberapa lama aku saksikan keadilanNya.apa sampai akhir hidupku atau masih bisa sempat aku menyaksikkan hukuman di dunianya.Entahlah aku nyaris berputus asa di ruang tempat kuadukan ketidak adilan bagiku.

beberapa hari lagi adalah hari jadiku yang ke 41 tahun dan satu bulan kemudian hari jadi perkawinanku yang ke 16 tahun luar biasa telah kuarungi perjalan hidupku yang demikian panjang, kulalui hujan dan badai kuhalau segala yang menerjang walau dengan separuh hatiku yang kuberikan, tapi kujaga kesetiaanku sedemikian  rupa,tapi prahara itu menjadi tawaran darinya hingga aku kehilangan sisa yang kupunya ,lantas kenapa aku harus terhina sedemikian rupa.

Berawal dari persahabatan mereka, laki laki yang selalu bersama sejak masa remaja, hingga aku mengikuti tugas suami di tempat sekarang, bertahun tahun aku terganggu dengan pertemanan mereka, walau sering kali kuingatkan tapi suamiku tak pernah menghiraukan.Bertamu tak punya waktu, atau pergi larut malam, pada awalnya hanya ngobrol bersendaw gurau diteras rumah.aku iri aku cemburu diabaikan.dan itu berlanjut puluhan tahun, dan pertengkaran demi pertengkaran terjadi hanya karena pertemanan mereka.suamiku lebih memilih 2 orang sahabatnya itu dari pada mendengar keluhanku.

Hingga suatu ketika aku marah dan tidak ingin melihat salah satu sahabatnya yang tidak kusukai, pada awalnya daniel sahabatnya hanya seorang guru dengan vespa bututnya, tapi nasib membuatnya mujur, dia tinggalkan profesi guru,lalu mendirikan cv yang kemudian semakin dekat dengan suamiku karena memegang jabatan di sebuah instansi.Berlanjut sampai tak lagi kuhiraukan, aku mengobati kekecewaanku dengan menulis, di fb..kukira aku melakukannya untuk mengobati kekecewaanku.Belum cukup menghabiskan malamku  aku kuliah mengambil S1 walau aku secara suka rela memutuskan mengurus anak anak dan memutuskan menjadi seorang ibu rumah tangga,aku meminta ijin kuliah walau awalnya suamiku melarangku,sebab aku hanya seorang ibu rumah tangga aku tak tau untuk apa aku kuliah, aku hanya ingin mengisi hari hariku lebih hidup dan lebih berwarna,dan melatih otak sakitku untuk berfikir, dan aku buktikan aku mampu menyelesaikan kuliahku dengan waktu yang cukup cepat dari yang lainnya,sampai  akhirnya kudirikan CV  BILQIS KUSUMA itupun hanya untuk mengimbangi daniel yang notabennya derektur CV KENCANA JAYA.Lalu belum puas dengan mengisi waktuku, aku meminta ijin meneruskan S2..kembali suamiku menolak, tapi dengan keyakinanku tak ada ilmu yang tak bermanfaat, hingga ketua yayasan di tempat aku kuliah menawarkan posisi dosen house keeping, karena aku harus selesaikan S2ku maka aku ditempatkan di Humas sebagai pegawai tetap yayasan.

Sampai akhirnya apa yang kuucapkan 13 tahun lalu menjadi nyata, yach dulu aku sempat menginggatkan bahwa pertemanannya dengan daniel akan menghancurkan RT yang kubangun dengan setenggah hatiku, sebab aku percaya RT tanpa cinta yang penuh masih bisa berjalan seiring dan sejalan dengan nahkoda yang bisa mengajakku berlayar bersama dengan bimbingannya,karena aku adalah prodak dari kegagalan Rumah tangga papi dan mamiku, sekalipun mereka memiliki cinta nyatanya Rumah tangga merekapun kandas .tapi sayang...daniel  dengan pandainya telah menghadirkan jamuan wanita  buat proyek proyeknya.

Apa aku kecewa..entahlah...yang kutau aku membenci daniel sahabat smpnya itu. aku sudah memberi peringatan 3 bulan yang lalu agar tak lagi berhubungan dengan danile, aku memberi waktu hingga januari untuk memutus segala bentuk kontrak kerja sama....tapi sayang di bulan januari ini batas itu menjadi kehancuran bagi segalanya sekalipun dia sampaikan pengakuan yang panjang lebar .Apa yang harus kulakukan??  apakah aku menangisi penghianatanya dengan perempuan yang sudah kutemui dengan baik baik, atau aku menyesali bertahan sampai saat ini menjadi istrinya.aku masih belum menemukan jawaban.
Berhari hari aku fikirkan apa yang harus kulakukan, hingga bukti bukti yang kupunya belum cukup menghadirkan daniel dan perempuannya ditempat kuminta perlindungan atas penghinaan terhadapku juga martabatku sebagai istri yang sudah sekian lama merasa terganggu atas pertemanan itu.

Keinginan berpisah sudah kukemukakan tapi dia menolak, selalu saja anak anak yang menjadi buntunya keinganku meneruskan permintaan ceraiku.baru beberapa waktu lalu melakukan islah agar kembali utuh tapi hal yang fatal telah terbukti dari mulutnya sendiri juga perempuan itu.Malam ini suamiku meminta maaf dan menangis...tapi apa iya ada maaf buatnya sedang hatiku tak pernah utuh kuberikan untuknya sekalipun aku dharma baktikan hidupku hampir 13 tahun setelahnya aku seperti berjalan sendirian mengisi waktuku walau menjalankan kewajibanku sebagai istri dan ibu anak anaknya....aku tak yakin kemarahan ini baru saja di ciptakan, dan itu sumbernya daniel.Aku ingin melaporkan daniel polsek tapi apa dasarku.kemarahanku tak terbendung di kantor polisi. Aku meminta perlindungan untuk bisa bicara dengan daniel didepan istri dan anaknya bahwa dia sudah terlalu lama menjadi sumber mala petaka rumah tanggaku.tapi polisi tidak bisa memberikan pasal yang bisa menjerat hukuman, sedang aku memohon apapun bentuk delik aduanku aku  hanya ingin bicara dengan daniel didepan istri dan anaknya termasuk perselingkuhan dia dengan seorang wanita yg  notaben masih resmi istri seorang guru SMP.

Siang tadi aku kepolsek untuk meminta bantuan mediasi pihak kepolisian untuk menemui daniel, tapi dari jam 9 pagi sampai jam 1 malam solusi buatku tidak juga ada, apa aku harus menjebloskan suamiku sendiri hanya untuk kemarahanku terhadap daniel, sedang daniel yang mengacaukan segalanya bebas begitu saja karena tak ada pasal yg bisa menjeratnya.Aku menjadi buntu, biar bagai manapun dia bapak dari anak anakku,tapi perlakuannya sangat biadap terhadapku.aku kepolsek sendirian mengadu seperti tak sanggup menanggung beban yang begitu berat,entah perasaan apa yang bisa kugambarkan dari pengorbanan ku selama ini.tapi aku sudah memutuskan bahwa tak akan ada perceraian tapi tidak kuijinkan dia jamah tubuhku sampai sembuh lukaku.Luka untuk dia mengabaikan permintaanku meninggalkan sahabatnya jauh sebelum hal ini menjadi bom waktu bagiku.Tapi sungguh aku lelah..sangat lelah Tuhan.

Januari 26 2012
02;44

Tidak ada komentar:

Posting Komentar