Diambang kehancuran atau ini hanya sebuah cobaan,tapi rasanya memang
sudah kandas jauh sebelum ini , hanya saja dibiarkan berlayar tanpa
kompas, tak tau arah mata angin tak tau kemana tujuan,lantas akan kemana
perahu berlayar.keutara, keselatan,ketimur atau ke barat dan ketika itu
jelas dihadapan mata.aku kehilangan nahkoda yang kupercaya mampu
melalui samudra hingga kesebuah dermaga harapan,jauh sebelum
kutertinggal di kebisuan yang menghentakku dari keyakinan.Hanya karena
persahabatan perahuku pecah berkeping keping, Sahabat yang hanya
menjerumuskan hingga tak ada harapan untuk kembali pulang sebagai tempat
naungan.Mungkin hanya buah hati saja untuk tetap bertahan, atau aku tak
akan sanggup bertahan dalam melanjutkan perjalanan.Andai aku sanggup
menghancurkannya tapi tetap saja nurani mencegahku.lalu apa yang harus
kulakukan sedang kemarahan ini tak lagi dapat kukendalikan,sementara
mereka yang menghasut tertawa berpesta pora, katanya hanya kepadaNya aku
memohon, lantas seberapa lama aku saksikan keadilanNya.apa sampai akhir
hidupku atau masih bisa sempat aku menyaksikkan hukuman di
dunianya.Entahlah aku nyaris berputus asa di ruang tempat kuadukan
ketidak adilan bagiku.
beberapa hari lagi adalah hari
jadiku yang ke 41 tahun dan satu bulan kemudian hari jadi perkawinanku
yang ke 16 tahun luar biasa telah kuarungi perjalan hidupku yang
demikian panjang, kulalui hujan dan badai kuhalau segala yang menerjang
walau dengan separuh hatiku yang kuberikan, tapi kujaga kesetiaanku
sedemikian rupa,tapi prahara itu menjadi tawaran darinya hingga aku
kehilangan sisa yang kupunya ,lantas kenapa aku harus terhina sedemikian
rupa.
Berawal dari persahabatan mereka, laki laki yang
selalu bersama sejak masa remaja, hingga aku mengikuti tugas suami di
tempat sekarang, bertahun tahun aku terganggu dengan pertemanan mereka,
walau sering kali kuingatkan tapi suamiku tak pernah
menghiraukan.Bertamu tak punya waktu, atau pergi larut malam, pada
awalnya hanya ngobrol bersendaw gurau diteras rumah.aku iri aku cemburu
diabaikan.dan itu berlanjut puluhan tahun, dan pertengkaran demi
pertengkaran terjadi hanya karena pertemanan mereka.suamiku lebih
memilih 2 orang sahabatnya itu dari pada mendengar keluhanku.
Hingga
suatu ketika aku marah dan tidak ingin melihat salah satu sahabatnya
yang tidak kusukai, pada awalnya daniel sahabatnya hanya seorang guru
dengan vespa bututnya, tapi nasib membuatnya mujur, dia tinggalkan
profesi guru,lalu mendirikan cv yang kemudian semakin dekat dengan
suamiku karena memegang jabatan di sebuah instansi.Berlanjut sampai tak
lagi kuhiraukan, aku mengobati kekecewaanku dengan menulis, di
fb..kukira aku melakukannya untuk mengobati kekecewaanku.Belum cukup
menghabiskan malamku aku kuliah mengambil S1 walau aku secara suka rela
memutuskan mengurus anak anak dan memutuskan menjadi seorang ibu rumah
tangga,aku meminta ijin kuliah walau awalnya suamiku melarangku,sebab
aku hanya seorang ibu rumah tangga aku tak tau untuk apa aku kuliah, aku
hanya ingin mengisi hari hariku lebih hidup dan lebih berwarna,dan
melatih otak sakitku untuk berfikir, dan aku buktikan aku mampu
menyelesaikan kuliahku dengan waktu yang cukup cepat dari yang
lainnya,sampai akhirnya kudirikan CV BILQIS KUSUMA itupun hanya untuk
mengimbangi daniel yang notabennya derektur CV KENCANA JAYA.Lalu belum
puas dengan mengisi waktuku, aku meminta ijin meneruskan S2..kembali
suamiku menolak, tapi dengan keyakinanku tak ada ilmu yang tak
bermanfaat, hingga ketua yayasan di tempat aku kuliah menawarkan posisi
dosen house keeping, karena aku harus selesaikan S2ku maka aku
ditempatkan di Humas sebagai pegawai tetap yayasan.
Sampai
akhirnya apa yang kuucapkan 13 tahun lalu menjadi nyata, yach dulu aku
sempat menginggatkan bahwa pertemanannya dengan daniel akan
menghancurkan RT yang kubangun dengan setenggah hatiku, sebab aku
percaya RT tanpa cinta yang penuh masih bisa berjalan seiring dan
sejalan dengan nahkoda yang bisa mengajakku berlayar bersama dengan
bimbingannya,karena aku adalah prodak dari kegagalan Rumah tangga papi
dan mamiku, sekalipun mereka memiliki cinta nyatanya Rumah tangga
merekapun kandas .tapi sayang...daniel dengan pandainya telah
menghadirkan jamuan wanita buat proyek proyeknya.
Apa aku
kecewa..entahlah...yang kutau aku membenci daniel sahabat smpnya itu.
aku sudah memberi peringatan 3 bulan yang lalu agar tak lagi berhubungan
dengan danile, aku memberi waktu hingga januari untuk memutus segala
bentuk kontrak kerja sama....tapi sayang di bulan januari ini batas itu
menjadi kehancuran bagi segalanya sekalipun dia sampaikan pengakuan yang
panjang lebar .Apa yang harus kulakukan?? apakah aku menangisi
penghianatanya dengan perempuan yang sudah kutemui dengan baik baik,
atau aku menyesali bertahan sampai saat ini menjadi istrinya.aku masih
belum menemukan jawaban.
Berhari hari aku fikirkan apa yang harus
kulakukan, hingga bukti bukti yang kupunya belum cukup menghadirkan
daniel dan perempuannya ditempat kuminta perlindungan atas penghinaan
terhadapku juga martabatku sebagai istri yang sudah sekian lama merasa
terganggu atas pertemanan itu.
Keinginan berpisah sudah
kukemukakan tapi dia menolak, selalu saja anak anak yang menjadi
buntunya keinganku meneruskan permintaan ceraiku.baru beberapa waktu
lalu melakukan islah agar kembali utuh tapi hal yang fatal telah
terbukti dari mulutnya sendiri juga perempuan itu.Malam ini suamiku
meminta maaf dan menangis...tapi apa iya ada maaf buatnya sedang hatiku
tak pernah utuh kuberikan untuknya sekalipun aku dharma baktikan hidupku
hampir 13 tahun setelahnya aku seperti berjalan sendirian mengisi
waktuku walau menjalankan kewajibanku sebagai istri dan ibu anak
anaknya....aku tak yakin kemarahan ini baru saja di ciptakan, dan itu
sumbernya daniel.Aku ingin melaporkan daniel polsek tapi apa
dasarku.kemarahanku tak terbendung di kantor polisi. Aku meminta
perlindungan untuk bisa bicara dengan daniel didepan istri dan anaknya
bahwa dia sudah terlalu lama menjadi sumber mala petaka rumah
tanggaku.tapi polisi tidak bisa memberikan pasal yang bisa menjerat
hukuman, sedang aku memohon apapun bentuk delik aduanku aku hanya ingin
bicara dengan daniel didepan istri dan anaknya termasuk perselingkuhan
dia dengan seorang wanita yg notaben masih resmi istri seorang guru
SMP.
Siang tadi aku kepolsek untuk meminta bantuan mediasi
pihak kepolisian untuk menemui daniel, tapi dari jam 9 pagi sampai jam 1
malam solusi buatku tidak juga ada, apa aku harus menjebloskan suamiku
sendiri hanya untuk kemarahanku terhadap daniel, sedang daniel yang
mengacaukan segalanya bebas begitu saja karena tak ada pasal yg bisa
menjeratnya.Aku menjadi buntu, biar bagai manapun dia bapak dari anak
anakku,tapi perlakuannya sangat biadap terhadapku.aku kepolsek sendirian
mengadu seperti tak sanggup menanggung beban yang begitu berat,entah
perasaan apa yang bisa kugambarkan dari pengorbanan ku selama ini.tapi
aku sudah memutuskan bahwa tak akan ada perceraian tapi tidak kuijinkan
dia jamah tubuhku sampai sembuh lukaku.Luka untuk dia mengabaikan
permintaanku meninggalkan sahabatnya jauh sebelum hal ini menjadi bom
waktu bagiku.Tapi sungguh aku lelah..sangat lelah Tuhan.
Januari 26 2012
02;44
Tidak ada komentar:
Posting Komentar