Jiwa petualangan sepertinya sudah jadi hoby , tapi kalau
hanya bertualang ke gunung atau menyusuri pantai itu mungkin sudah hal
biasa, tapi mendadak ingin berada di sebuah gedung tua dan merasa
terpanggil ke sana itu pasti aneh bin ajaib, Kira kira begitulah aku,
aneh toh !! , kalau perempuan itu biasanya lebih senang berlama lama di
moll shoping tapi tidak denganku, aku lebih suka suasana sepi dan
hening. mungkin tak semua orang mau, sebenarnya akupun juga sama,
penakut cuma sedikit nekat .Awalnya Hari selasa pagi aku menemani
Putriku untuk nonton di Citraland ada film faforite yang ingin dia
tonton karena masih kepagian lalu putriku mengajak ke Lawang sewu dia
ingin liat bagaimana bentuk dari bangunan yang terkenal itu.Akupun
mengantarnya dan masuk ke dalam bersama TL nya pak joko, Sekitar jam
09;30 kami masuk kegedung, aura yang khas tentu sudah bisa tercium
olehku.Sekelebat aku sempat melihat sosok wanita belanda di atas
tangga menuju ruang atas dimana aku berdua berfose mengambil sudut ruang
dengan interior kaca yang cantik, tapi aku hanya diam saja ,khawatir
anakku takut jika kuceritakan.

Lawang
Sewu merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan jaman belanda yang
dibangun pada 1904. Semula gedung ini untuk kantor pusat perusahaan
kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg
Naatschappij (NIS). Gedung tiga lantai bergaya art deco (1850-1940) ini
karya arsitek Belanda ternama, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag.
Lawang Sewu terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang, atau di sudut
jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. Disebut Lawang Sewu (Seribu Pintu),
ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak.
Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki
banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering
menganggapnya sebagai pintu.

Satu
jam menyusuri lorong lorong bangunan tua lumayan sangat melelahkan,
sampai kemudian turun kearah bawah melewati tangga menuju penjara
dibawah tanah aku kembali melihat sosok yang tengah berdiri laki laki
tua dengan wajah tirus tinggi jangkung, aku sempat tanya pak joko siap
laki laki tua itu beliaupun kaget menoleh kearahku, lho mbak liat
toh,wach..kalau begitu malam jumat datang aja kesini mbak ...anakku yang
tadinya nggak merasa takut benar saja langsung mengandengku.."mama
mesti gitu dech..emang liat apa sih ma...tanyanya padakku..
"ach..salah liat kali mama..sudah jalan teruss.. jadi turun nggak
"
iya jadi dong mam..anakku terus mengandeng tanganku sampai pintu menuju
bawah tanah, kamipun menyewa, senter dan sepatu bort untuk berjalan
dibawah sana, dibawah walau kondisi siang, suasana lorong benar benar
gelap dan lembab bisa kebayang aura dunia lain di bawah ini , aliran air
mengaliri setiap lorong lorong, sedikit cahaya matahari tembus dari
celah jeruji besi yang ada di bawah sana karena bangunan memang sangat
terisolasi dari dunia luar.nampak disana tempat ruang pemengalan kepala,
juga penjara yang ukuran 1x1 dimana katanya setiap penjara di isi
sampai 10 bahkan lebih mereka keluar dari ruang sempit itu saat nyawa
sudah terlepas dibadan.Penjara sampai mati.Selesai berkeliling siang itu
kamipun melanjutkan acara nonton di Citra land 21"

Bangunan
yang cantik kalau siang ini berbeda jauh saat malam apa lagi tenggah
malam, Pengalamanku kesana memang nggak perlu ditiru, selain kurang
kerjaan juga memang nggak asik buat yang nggak penakut .Tapi kembali
lagi aku kadang terpanggil saja ke tempat tempat yang nyeleneh itu,
Bagai mana tidak aku kesana lagi tepat Malam jumat jam 23:15 dimana aku
ditemani seorang pemandu wisata pak joko yang sudah bekerja puluhan
tahun menemani para wisata untuk mengelilingi seluruh ruang bagunan tua
tersebut.
Memasuki pintu utama ruang demi ruang bisa dibayangkan
betapa suasana lawang sewu yang singgup itu terasa mencekam, tapi
dasar nekat aku tetap saja meneruskan perjalanan walau pak joko
menginggatkan sudah siap mbak turun kelantai bawah tanah.."
Aku
cuma mengangguk setuju untuk meneruskan perjalanan ke lorong bawah
tanah, dimana disana adalah tempat pembantaian sekaligus penjara pada
jaman penjajahan jepang.Wisata misteri ini berjalan mulus, sampai
melewati ruang ruang aku sibuk mengambil gambar ,sengaja aku
mengabadikan bagunan tua itu hanya untuk buat kenang kenangan..Aku
berangkat dari rumah di antar mas fery sopir kantor , Fery sendiri
memilih menikmati lampu lampu di Tugu Muda dari pada menemaniku untuk
uji nyali di ruang bawah tanah. Melintasi ruang dansa sekitar jam 23:45
aku sempat melihat sosok yang aneh aneh, takuttttt...tapi karena
ditemani pak joko selama di sana ketakutan bisa kuatasi..sambil terus
mengambil gambar dengan camera poket merk nicon coolpix padahal suasana
sangat gelap hanya lampu senter yang menerangi seluruh bangunan.

Sosok
wanita belanda tanpak sangat jelas kulihat melintas , ini halusinasi
atau nyata entahlah , kami melewati ruang dansa menuju arah kamar mandi
aku sibuk memotret ruang gelap yang entah apa yg kufoto, hanya saja
bapak joko bilang kalau beruntung pasti akan nampak di kamera sosok
penghuni bangunan lawang Sewu.Semakin malam semakin terasa aura yang
membuat berdiri bulu kuduk tapi perjalanan terus saja kulalui sampai
akhirnya menuju ruang bawah tanah.Disitu kami sempat berhenti ngobrol
didepan ruang pemenggalan dimana disitu pernah dijadikan lokasi uji
nyali, sebenarnya aku sendiri tidak tau kenapa ingin ke tempat ini, lalu
kemudian aku ditinggal selama 25 menit diruang bawah lampu lorong
dimatikan pak joko yang kukira akan kembali menemaniku.
Sekejab
suasana sangat hening...hening sekali tanpa suara angin yang berdesir,
sepanjang perjalanan tentu saja aku berdoa dan juga berzikikir sesaat
kemudian aku merasa ada yg memberikan sesuatu ditanganku seperti tasbih,
kukira itu dari pak joko agar aku bertasbih agar tetap diberikan
kekuatan lahir maupun batin.Aku terus mengucap Istifar,
Allahuakbar,...entahlah tasbih yang kupegang begitu hangat
kugenggam...Aku tidak pernah menemukan suasana hening yang demikian
nikmat...sangat hening...aku sempat mendengar suara yang berbisik
ditelingaku..amalkan.
tapi sepertinya bukan suara pak joko karena suaranya agak berat dan seperti suara laki laki tua.
Sampai
akhirnya lampu dihidupkan suasana kembali nampak remang remang , benar
saja ditanganku ada sebuah tasbih dari batu giok sebanyak 33 buah
seukuran kelereng.kemudian pak joko menghampiriku sebelum dia bertanya
aku bermaksud mengembalikan tasbih yang dipinjamkannya .." Ini tasbihnya
mas...Nuwun . aku mengulurkan tanganku yang mengenggam tasbih ....
tapi malah mas joko bilang : Wach saya ndak berani mbak, wong yang dikasih sampean kok Piye mau mbak !!
Aku malah bengong memandangi tasbih hijau tua yg kugenggam kali ini tasbih terasa dingin seperti es,
sambil keluar pintu menuju tangga naik aku masih berfikir siapa yang kasih aku tasbih , terus apa maksudnya diamalkan...
Terus
terang ini pengalaman yang tidak bisa aku lupakan ...sekedar sharring
walau mungkin bukan hal yang bagus untuk kuceritakan, Tapi melewati
kisah seperti ini sebenarnya sering membuatku takut .Mungkin ada yang
punya pengalaman yang sama bisa memberiku solusi bagai mana
menghilangkan kecenderungan yang tak biasa ini. sekalipun di rukyah
tetap saja masih hal demikian terulang ulang.





















