Diambang kehancuran atau ini hanya sebuah cobaan,tapi rasanya memang
sudah kandas jauh sebelum ini , hanya saja dibiarkan berlayar tanpa
kompas, tak tau arah mata angin tak tau kemana tujuan,lantas akan kemana
perahu berlayar.keutara, keselatan,ketimur atau ke barat dan ketika itu
jelas dihadapan mata.aku kehilangan nahkoda yang kupercaya mampu
melalui samudra hingga kesebuah dermaga harapan,jauh sebelum
kutertinggal di kebisuan yang menghentakku dari keyakinan.Hanya karena
persahabatan perahuku pecah berkeping keping, Sahabat yang hanya
menjerumuskan hingga tak ada harapan untuk kembali pulang sebagai tempat
naungan.Mungkin hanya buah hati saja untuk tetap bertahan, atau aku tak
akan sanggup bertahan dalam melanjutkan perjalanan.Andai aku sanggup
menghancurkannya tapi tetap saja nurani mencegahku.lalu apa yang harus
kulakukan sedang kemarahan ini tak lagi dapat kukendalikan,sementara
mereka yang menghasut tertawa berpesta pora, katanya hanya kepadaNya aku
memohon, lantas seberapa lama aku saksikan keadilanNya.apa sampai akhir
hidupku atau masih bisa sempat aku menyaksikkan hukuman di
dunianya.Entahlah aku nyaris berputus asa di ruang tempat kuadukan
ketidak adilan bagiku.
beberapa hari lagi adalah hari
jadiku yang ke 41 tahun dan satu bulan kemudian hari jadi perkawinanku
yang ke 16 tahun luar biasa telah kuarungi perjalan hidupku yang
demikian panjang, kulalui hujan dan badai kuhalau segala yang menerjang
walau dengan separuh hatiku yang kuberikan, tapi kujaga kesetiaanku
sedemikian rupa,tapi prahara itu menjadi tawaran darinya hingga aku
kehilangan sisa yang kupunya ,lantas kenapa aku harus terhina sedemikian
rupa.
Berawal dari persahabatan mereka, laki laki yang
selalu bersama sejak masa remaja, hingga aku mengikuti tugas suami di
tempat sekarang, bertahun tahun aku terganggu dengan pertemanan mereka,
walau sering kali kuingatkan tapi suamiku tak pernah
menghiraukan.Bertamu tak punya waktu, atau pergi larut malam, pada
awalnya hanya ngobrol bersendaw gurau diteras rumah.aku iri aku cemburu
diabaikan.dan itu berlanjut puluhan tahun, dan pertengkaran demi
pertengkaran terjadi hanya karena pertemanan mereka.suamiku lebih
memilih 2 orang sahabatnya itu dari pada mendengar keluhanku.
Hingga
suatu ketika aku marah dan tidak ingin melihat salah satu sahabatnya
yang tidak kusukai, pada awalnya daniel sahabatnya hanya seorang guru
dengan vespa bututnya, tapi nasib membuatnya mujur, dia tinggalkan
profesi guru,lalu mendirikan cv yang kemudian semakin dekat dengan
suamiku karena memegang jabatan di sebuah instansi.Berlanjut sampai tak
lagi kuhiraukan, aku mengobati kekecewaanku dengan menulis, di
fb..kukira aku melakukannya untuk mengobati kekecewaanku.Belum cukup
menghabiskan malamku aku kuliah mengambil S1 walau aku secara suka rela
memutuskan mengurus anak anak dan memutuskan menjadi seorang ibu rumah
tangga,aku meminta ijin kuliah walau awalnya suamiku melarangku,sebab
aku hanya seorang ibu rumah tangga aku tak tau untuk apa aku kuliah, aku
hanya ingin mengisi hari hariku lebih hidup dan lebih berwarna,dan
melatih otak sakitku untuk berfikir, dan aku buktikan aku mampu
menyelesaikan kuliahku dengan waktu yang cukup cepat dari yang
lainnya,sampai akhirnya kudirikan CV BILQIS KUSUMA itupun hanya untuk
mengimbangi daniel yang notabennya derektur CV KENCANA JAYA.Lalu belum
puas dengan mengisi waktuku, aku meminta ijin meneruskan S2..kembali
suamiku menolak, tapi dengan keyakinanku tak ada ilmu yang tak
bermanfaat, hingga ketua yayasan di tempat aku kuliah menawarkan posisi
dosen house keeping, karena aku harus selesaikan S2ku maka aku
ditempatkan di Humas sebagai pegawai tetap yayasan.
Sampai
akhirnya apa yang kuucapkan 13 tahun lalu menjadi nyata, yach dulu aku
sempat menginggatkan bahwa pertemanannya dengan daniel akan
menghancurkan RT yang kubangun dengan setenggah hatiku, sebab aku
percaya RT tanpa cinta yang penuh masih bisa berjalan seiring dan
sejalan dengan nahkoda yang bisa mengajakku berlayar bersama dengan
bimbingannya,karena aku adalah prodak dari kegagalan Rumah tangga papi
dan mamiku, sekalipun mereka memiliki cinta nyatanya Rumah tangga
merekapun kandas .tapi sayang...daniel dengan pandainya telah
menghadirkan jamuan wanita buat proyek proyeknya.
Apa aku
kecewa..entahlah...yang kutau aku membenci daniel sahabat smpnya itu.
aku sudah memberi peringatan 3 bulan yang lalu agar tak lagi berhubungan
dengan danile, aku memberi waktu hingga januari untuk memutus segala
bentuk kontrak kerja sama....tapi sayang di bulan januari ini batas itu
menjadi kehancuran bagi segalanya sekalipun dia sampaikan pengakuan yang
panjang lebar .Apa yang harus kulakukan?? apakah aku menangisi
penghianatanya dengan perempuan yang sudah kutemui dengan baik baik,
atau aku menyesali bertahan sampai saat ini menjadi istrinya.aku masih
belum menemukan jawaban.
Berhari hari aku fikirkan apa yang harus
kulakukan, hingga bukti bukti yang kupunya belum cukup menghadirkan
daniel dan perempuannya ditempat kuminta perlindungan atas penghinaan
terhadapku juga martabatku sebagai istri yang sudah sekian lama merasa
terganggu atas pertemanan itu.
Keinginan berpisah sudah
kukemukakan tapi dia menolak, selalu saja anak anak yang menjadi
buntunya keinganku meneruskan permintaan ceraiku.baru beberapa waktu
lalu melakukan islah agar kembali utuh tapi hal yang fatal telah
terbukti dari mulutnya sendiri juga perempuan itu.Malam ini suamiku
meminta maaf dan menangis...tapi apa iya ada maaf buatnya sedang hatiku
tak pernah utuh kuberikan untuknya sekalipun aku dharma baktikan hidupku
hampir 13 tahun setelahnya aku seperti berjalan sendirian mengisi
waktuku walau menjalankan kewajibanku sebagai istri dan ibu anak
anaknya....aku tak yakin kemarahan ini baru saja di ciptakan, dan itu
sumbernya daniel.Aku ingin melaporkan daniel polsek tapi apa
dasarku.kemarahanku tak terbendung di kantor polisi. Aku meminta
perlindungan untuk bisa bicara dengan daniel didepan istri dan anaknya
bahwa dia sudah terlalu lama menjadi sumber mala petaka rumah
tanggaku.tapi polisi tidak bisa memberikan pasal yang bisa menjerat
hukuman, sedang aku memohon apapun bentuk delik aduanku aku hanya ingin
bicara dengan daniel didepan istri dan anaknya termasuk perselingkuhan
dia dengan seorang wanita yg notaben masih resmi istri seorang guru
SMP.
Siang tadi aku kepolsek untuk meminta bantuan mediasi
pihak kepolisian untuk menemui daniel, tapi dari jam 9 pagi sampai jam 1
malam solusi buatku tidak juga ada, apa aku harus menjebloskan suamiku
sendiri hanya untuk kemarahanku terhadap daniel, sedang daniel yang
mengacaukan segalanya bebas begitu saja karena tak ada pasal yg bisa
menjeratnya.Aku menjadi buntu, biar bagai manapun dia bapak dari anak
anakku,tapi perlakuannya sangat biadap terhadapku.aku kepolsek sendirian
mengadu seperti tak sanggup menanggung beban yang begitu berat,entah
perasaan apa yang bisa kugambarkan dari pengorbanan ku selama ini.tapi
aku sudah memutuskan bahwa tak akan ada perceraian tapi tidak kuijinkan
dia jamah tubuhku sampai sembuh lukaku.Luka untuk dia mengabaikan
permintaanku meninggalkan sahabatnya jauh sebelum hal ini menjadi bom
waktu bagiku.Tapi sungguh aku lelah..sangat lelah Tuhan.
Januari 26 2012
02;44
Mawar Kikan
Jumat, 27 Januari 2012
Selasa, 17 Januari 2012
LAWANG SEWU ADVENTURE
Jiwa petualangan sepertinya sudah jadi hoby , tapi kalau
hanya bertualang ke gunung atau menyusuri pantai itu mungkin sudah hal
biasa, tapi mendadak ingin berada di sebuah gedung tua dan merasa
terpanggil ke sana itu pasti aneh bin ajaib, Kira kira begitulah aku,
aneh toh !! , kalau perempuan itu biasanya lebih senang berlama lama di
moll shoping tapi tidak denganku, aku lebih suka suasana sepi dan
hening. mungkin tak semua orang mau, sebenarnya akupun juga sama,
penakut cuma sedikit nekat .Awalnya Hari selasa pagi aku menemani
Putriku untuk nonton di Citraland ada film faforite yang ingin dia
tonton karena masih kepagian lalu putriku mengajak ke Lawang sewu dia
ingin liat bagaimana bentuk dari bangunan yang terkenal itu.Akupun
mengantarnya dan masuk ke dalam bersama TL nya pak joko, Sekitar jam
09;30 kami masuk kegedung, aura yang khas tentu sudah bisa tercium
olehku.Sekelebat aku sempat melihat sosok wanita belanda di atas
tangga menuju ruang atas dimana aku berdua berfose mengambil sudut ruang
dengan interior kaca yang cantik, tapi aku hanya diam saja ,khawatir
anakku takut jika kuceritakan.

Lawang
Sewu merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan jaman belanda yang
dibangun pada 1904. Semula gedung ini untuk kantor pusat perusahaan
kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg
Naatschappij (NIS). Gedung tiga lantai bergaya art deco (1850-1940) ini
karya arsitek Belanda ternama, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag.
Lawang Sewu terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang, atau di sudut
jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. Disebut Lawang Sewu (Seribu Pintu),
ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak.
Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki
banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering
menganggapnya sebagai pintu.

Satu
jam menyusuri lorong lorong bangunan tua lumayan sangat melelahkan,
sampai kemudian turun kearah bawah melewati tangga menuju penjara
dibawah tanah aku kembali melihat sosok yang tengah berdiri laki laki
tua dengan wajah tirus tinggi jangkung, aku sempat tanya pak joko siap
laki laki tua itu beliaupun kaget menoleh kearahku, lho mbak liat
toh,wach..kalau begitu malam jumat datang aja kesini mbak ...anakku yang
tadinya nggak merasa takut benar saja langsung mengandengku.."mama
mesti gitu dech..emang liat apa sih ma...tanyanya padakku..
"ach..salah liat kali mama..sudah jalan teruss.. jadi turun nggak
"
iya jadi dong mam..anakku terus mengandeng tanganku sampai pintu menuju
bawah tanah, kamipun menyewa, senter dan sepatu bort untuk berjalan
dibawah sana, dibawah walau kondisi siang, suasana lorong benar benar
gelap dan lembab bisa kebayang aura dunia lain di bawah ini , aliran air
mengaliri setiap lorong lorong, sedikit cahaya matahari tembus dari
celah jeruji besi yang ada di bawah sana karena bangunan memang sangat
terisolasi dari dunia luar.nampak disana tempat ruang pemengalan kepala,
juga penjara yang ukuran 1x1 dimana katanya setiap penjara di isi
sampai 10 bahkan lebih mereka keluar dari ruang sempit itu saat nyawa
sudah terlepas dibadan.Penjara sampai mati.Selesai berkeliling siang itu
kamipun melanjutkan acara nonton di Citra land 21"

Bangunan
yang cantik kalau siang ini berbeda jauh saat malam apa lagi tenggah
malam, Pengalamanku kesana memang nggak perlu ditiru, selain kurang
kerjaan juga memang nggak asik buat yang nggak penakut .Tapi kembali
lagi aku kadang terpanggil saja ke tempat tempat yang nyeleneh itu,
Bagai mana tidak aku kesana lagi tepat Malam jumat jam 23:15 dimana aku
ditemani seorang pemandu wisata pak joko yang sudah bekerja puluhan
tahun menemani para wisata untuk mengelilingi seluruh ruang bagunan tua
tersebut.
Memasuki pintu utama ruang demi ruang bisa dibayangkan
betapa suasana lawang sewu yang singgup itu terasa mencekam, tapi
dasar nekat aku tetap saja meneruskan perjalanan walau pak joko
menginggatkan sudah siap mbak turun kelantai bawah tanah.."
Aku
cuma mengangguk setuju untuk meneruskan perjalanan ke lorong bawah
tanah, dimana disana adalah tempat pembantaian sekaligus penjara pada
jaman penjajahan jepang.Wisata misteri ini berjalan mulus, sampai
melewati ruang ruang aku sibuk mengambil gambar ,sengaja aku
mengabadikan bagunan tua itu hanya untuk buat kenang kenangan..Aku
berangkat dari rumah di antar mas fery sopir kantor , Fery sendiri
memilih menikmati lampu lampu di Tugu Muda dari pada menemaniku untuk
uji nyali di ruang bawah tanah. Melintasi ruang dansa sekitar jam 23:45
aku sempat melihat sosok yang aneh aneh, takuttttt...tapi karena
ditemani pak joko selama di sana ketakutan bisa kuatasi..sambil terus
mengambil gambar dengan camera poket merk nicon coolpix padahal suasana
sangat gelap hanya lampu senter yang menerangi seluruh bangunan.

Sosok
wanita belanda tanpak sangat jelas kulihat melintas , ini halusinasi
atau nyata entahlah , kami melewati ruang dansa menuju arah kamar mandi
aku sibuk memotret ruang gelap yang entah apa yg kufoto, hanya saja
bapak joko bilang kalau beruntung pasti akan nampak di kamera sosok
penghuni bangunan lawang Sewu.Semakin malam semakin terasa aura yang
membuat berdiri bulu kuduk tapi perjalanan terus saja kulalui sampai
akhirnya menuju ruang bawah tanah.Disitu kami sempat berhenti ngobrol
didepan ruang pemenggalan dimana disitu pernah dijadikan lokasi uji
nyali, sebenarnya aku sendiri tidak tau kenapa ingin ke tempat ini, lalu
kemudian aku ditinggal selama 25 menit diruang bawah lampu lorong
dimatikan pak joko yang kukira akan kembali menemaniku.
Sekejab
suasana sangat hening...hening sekali tanpa suara angin yang berdesir,
sepanjang perjalanan tentu saja aku berdoa dan juga berzikikir sesaat
kemudian aku merasa ada yg memberikan sesuatu ditanganku seperti tasbih,
kukira itu dari pak joko agar aku bertasbih agar tetap diberikan
kekuatan lahir maupun batin.Aku terus mengucap Istifar,
Allahuakbar,...entahlah tasbih yang kupegang begitu hangat
kugenggam...Aku tidak pernah menemukan suasana hening yang demikian
nikmat...sangat hening...aku sempat mendengar suara yang berbisik
ditelingaku..amalkan.
tapi sepertinya bukan suara pak joko karena suaranya agak berat dan seperti suara laki laki tua.
Sampai
akhirnya lampu dihidupkan suasana kembali nampak remang remang , benar
saja ditanganku ada sebuah tasbih dari batu giok sebanyak 33 buah
seukuran kelereng.kemudian pak joko menghampiriku sebelum dia bertanya
aku bermaksud mengembalikan tasbih yang dipinjamkannya .." Ini tasbihnya
mas...Nuwun . aku mengulurkan tanganku yang mengenggam tasbih ....
tapi malah mas joko bilang : Wach saya ndak berani mbak, wong yang dikasih sampean kok Piye mau mbak !!
Aku malah bengong memandangi tasbih hijau tua yg kugenggam kali ini tasbih terasa dingin seperti es,
sambil keluar pintu menuju tangga naik aku masih berfikir siapa yang kasih aku tasbih , terus apa maksudnya diamalkan...
Terus
terang ini pengalaman yang tidak bisa aku lupakan ...sekedar sharring
walau mungkin bukan hal yang bagus untuk kuceritakan, Tapi melewati
kisah seperti ini sebenarnya sering membuatku takut .Mungkin ada yang
punya pengalaman yang sama bisa memberiku solusi bagai mana
menghilangkan kecenderungan yang tak biasa ini. sekalipun di rukyah
tetap saja masih hal demikian terulang ulang.

PERJALANAN MENUJU SENDANG 7 BIDADARI SUROLOYO
jam 19:56
16- maret- 2011
Aku rencananya akan kemah di pegunungan Ungaran daerah ngipik, lokasi Perkebunan, kopi,teh dan hutan pala milik pertamina. siang yg cerah juga udara yang sejuk akan sangat menyenangkan diatas sana, tapi ternyata sore hari tidak mendukung mendung mengantung pekat dilangit, sepertinya hujan deras akan turun.
Jam 5 sore hujan turun dengan derasnya, acara kemahku gagal total, akupun mengurungkan niatku kemah akupun mengungsi disebuah mushola dekat sendang amanah...
Jam 7 malam langit sudah kembali cerah, aku putuskan kembali pulang kerumah...aku lupa membawa kamera , jadi kuputuskan untuk pulang.
Aku punya kesenangan sendiri, ketika suasana hatiku lagi tak menentu aku selalu ingin berada ditempat sunyi, bahkan kesenanganku diatas gunung kadang sangat memberikan ketentraman hatiku.
Aku minta ijin suamiku untuk kembali kegunung Suroloyo, Selasa Pon 17 mei 2011, mulanya suamiku tak memberikan ijin, tapi akhirnya akupun diberikan ijin untuk naik kepuncak suroloyo, mungkin suamiku khawatir karena medan keatas puncak sangat berat dan sulit, Dalam rumah tangga pasti ada konflik didalamnya, demikian pula dalam kehidupan rumah tanggaku.
Tapi bagiku masalah apapun itu adalah hal yg bisa , dan pasti ada pemecahannya.
Aku selalu menganggap setiap persoalan pasti akan ada jalan keluar, Untuk itu dengan kejenuhan yang ada, selain menyepi dan intropeksi diri, aku ingin mengabaikan kegundahan hatiku untuk mendaki gunung Suroloyo....Surowani, loyo mati....hanya yang berani mati dan tekat yg kuat yang sanggup mencapai puncak suroloyo hingga menuju Sendang 7 dimana disana tempat mandi para Dewa dan sang Bidadari...dan tempat pertapaan yg berada ribuan kilo diatas gunung Ungaran...
Bersama Mbah Jaitun juru kunci makam raden Ceguk dan nyi Suko, seorang cikal bakal penyebar agama islam tanah ungaran..Keinginanku hanya satu berjalan ketempat yg tinggi dan sunyi meluapkan kejenuhan dan kekesalan hatiku...menyusuri tanah perbukitan setapak kami mulai pendakian jam 09:00 siang, dengan bekal air putih 1 liter, permen dan Rokok..kami melalui jalan mendaki...sepanjang perjalanan banyak wejangan dari mbah jaitun kepadaku, bahwa dalam hidup harus lebih banyak sabar, iklas dan bersyukur...
Kesederhanaan mbah jaitun dalam memberi wejangan sangat menyentuh hatiku...
Mbah Jaitun yang berusia 70 tahun sungguh sangat luar biasa, satmina tubuhnya kuacungkan jempol...aku yang berusia 40 tahun belum apa apa dibandingakan kekuatan fisik mbah jaitun..
Belum ada wanita yang naik keatas Puncak Gunung Suroloyo, kadang Laki lakipun tidak akan sanggup naik hingga kepancuran 7...sudah terlalu sering mbah jaitun mengantar pengunjung naik keatas puncak, tapi kebanyakkan mereka gagal naik dan memutuskan turun.
Bersama mbah Jaitun, melintasi medan yang sangat berat berbeda ketika masih muda ketika aku naik ke lawu, merapi dan merbabu...disini aku dan mbah jaitun harus melewati jalan yang penuh belukar dan berduri...kadang melalui jalan setapak yg sering dilintasi mereka yg mendaki...kadang jalanan kembali dipenuhi ranting dan kayu kayu berserakkan bahkan rerumputan yg tinggi...semakin naik keatas semakin banyak kendala yg kuhadapi...tapi semua itu kuabaikan, aku selalu membawa tasbih dalam perjalanan setiap langkahku naik keatas puncak adalah wirid panjangku, berdoa memohon kekuatan, ketentraman, kesabaran untuk sanggup sampai kepuncak sana...walau kadang aku harus berhenti berulang kali untuk mengatur nafasku yg tersengal..
Semakin naik semakin tebal kabut, bau kabut kali ini lain dari biasa agak sedikit menyengat dan berbau...namun semua itu kutepiskan jauh jauh, seiring pemandangan yg luar biasa indah dan suara burung dan hewan hutan yang begitu memukau hatiku...sungguh aku yakin keberadaanku disini juga atas kehendak Allah swt, maka yang kufikirkan hanya doa doa yang kupanjatkan, apa yang kulalui adalah cerminan perjalanan kehidupanku. maka apapun yg kuhadapi aku hanya menjalani sekuat hatiku.
Banyak hal yang kutemui diatas sini, semua luar biasa untukku, semua adalah kuasa Allah untuk setiap apapun yg kulihat dengan mata kepalaku.Dengan bimbingan mbah Jaitun aku yakin aku pasti sanggup naik keatas puncak..3 jam perjalanan cukup membuatku lelah, sengaja kuabadikan perjalanan keatas agar bisa kujadikan kenang kenangan bagaimana aku berusaha melalui setiap rintangn yg ada, mendengar suara gamelan jawa sayup sayup diantara kabut membuat berdiri bulu kudukku pada hal aku berada di ribuan kilo dari perkampungan ngaglik, aku semakin kencang mengenggam tasbih menyebut nama Allah atas segala kekuasaanNya.Apapun yang terlihat dan yang kudengar adalah tipuan hatiku..dimana semua itu hanya untuk melemahkan tekadku sampai keatas sana.
Jadi teringat beberapa orang yg meragukan kemampuanku naik ke sendang Suroloyo, dibawah tadi beberapa orang mengatakan demikian padaku."Nggak mungkin sampai bu, naik kesana nggak sembarang orang bisa dan kuat, paling sampai makam nyi suko sudah gak sanggup untuk terus naik.." kata kata yg semakin menguatkan tekadku...ada apa diatas sana, sehingga banyak yg tak sanggup melalui rintangan yg ada.
Dan benar saja aku mengalami hal yg sangat melelahkan hati dan fikiranku, apa lagi puluhan lintah menempel dikakiku...mulanya aku teriak jijik dengan hewan kecil hitam yg mulai kenyang mengidsap darahku..tapi sudahlah aku juga tak merasakan sakit kenapa kufikirkan..aku tetep berjalan mengikuti langkah bah Jaitun yg terus saja mengunakan aritnya menebangi ranting juga rumputan berduri...kali ini kami ambil jalan pintas hingga harus bersusah payah membuka jalan kedepan...
Jam menunjukkan 13;25
Aku dan mbah Jaitun istirahat sebentar , perlakuan mbah sangat mengesankan, karena dia selalu memotong dedaunan untuk alas dudukku setiap kali berhenti istirahat...selalui diberikan wejangan dan kata kata yg sangat menentramkan hatiku, setiap orang pasti punya cara sendiri untuk mengobati kesedihan hati, kegundahan hati, demikian aku berda jauh diatas sini untuk mengobati kegundahanku, benar adanya ketentraman hati hanya diri yg sanggup mencari...maka aku memang tengah mencari kententraman hatiku sekalipun aku harus berjalan menuruti suara hatiku...yach aku menemukan ketenangan yg luar biasa, ketenangan dimana aku menikmati setiap yg ada..
Tak terasa langit mulai redup mendung mengantung tapi hujan tak juga turun, suasana sore yg mendung terus saja tak membuat tekatku mundur, perjalanan yg luar biasa exstrem dan liar, aku menikmati sore diatas gunung...sesekali aku sempat melihat rusa dari kejauhan, sungguh pemandangan yg indah, suara lutung terdengar nyaring berteriak melengking di atas pepohonan pinus...Alhamdulillah jam 13:30 aku sampai di tempat yg tertinggi d Gunung Suroloyo, i Sendang bidadari, dimana disana ada 7 pancuran air dengan lumut hijau disekitarnya.
Herannya disekitar situ tak ada rumput liar seperti sebelumnya aku melewati hutan ...semua dinding sendang ditumbuhi lumut...mungkin cahaya matahari tak sampai ketanahnya hingga udara menjadi lembab, sangat cocok bagi tumbuh lumut..hanya tanah dimana kupijak bersih dari rerumputan...hanya tanah dan daun kering yg membusuk..
Aku mencuci kaki dan mukaku dengan air sendang....sejuk sampai kehati, memang aura yg ada lebih tenang dan berbeda dari sendang nyi suko...disini lebih senyap...tak ada suara burung atau hewan hutan ...sunyi yg demikian nikmat...di sekitar sendang, ada sebuah pohon besar, dimana dibawahnya ada goa kecil, mungkin tempat orang orang yg pernah tapa disini, mbah Jaitun menawarkan apa aku mau nyepi disini, aku tertawa, mendengar pertanyaan mbah jaitun,"Nggak lah mbah, aku hanya ingin duduk diam dan menikmati suasana hutan...jika aku memohon sesuatu disini, semua hanya untuk keridoan Allah, berdoa ditempat sunyi dan paling tertinggi mungkin itu caraku untuk menghilangkan kesedihanku..
Kata si Mbah kalau nyepi disini 7 hari, maka sendang yg terlihat bukan sendang seperti ini, melainkan sendang bidadari yg memiliki khasiat yg luar biasa...dari setiap air yg mengalir...
"Ach...nggak lah mbah...aku gak ingin cari yg seperti itu...jika ada berkah yg kuinginkan semua karena berkah sang Kuasa...karena aku percaya aku bisa sampai kesini juga atas rahmat dan hidayahnya...Insyak Allah ada berkahNya ..mbah.."
(foto sendang bidadari yg tiba tiba tertutup kabut)
(Foto sendang bidadari yg mulai reda kabut)
Tak terasa 3 jam aku duduk diatas Gunung Suroloyo, menikmati sunyi sebagai obat gundah hati...demikian aku melewati 6 jam naik keatas Gunung dengan kegembiraan yg luar biasa, diusia 40 tahun aku sanggup naik keatas gunung yg tidak semua orang sanggup mencapai ketempat ini, memang kenekatanku untuk ingin tau tentang Legenda Gunung Suroloyo dan Mata air di Sendang Bidadari membuat aku ingin tau lebih banyak...dan aku senang aku bertemu dengan wanita cantik dengan kemben batik yg kuliat diantara kabut yg pekat...Subhanallah Cantinya...kecantikkanya menebar aura ketenangan yang luar biasa....
Setelah
asik berjibaku dengan hati, juga berdiam dalam sunyi yang
berkabut...akhirnya aku dan mbah jaitun turun , butuh waktu satu jam
untuk aku dan Simbah menuruni hutan Pinus dan belantara
belukar...Sungguh perjalanan yang luar biasa untukkku..jam 17:45 aku
sampai di bawah disendang amanah...hingga sampai kerumah, dan tidurpun
suasana hutan dan sendang bidadari tak sanggup lepas begitu saja dari
ingatanku...terimaksih mbah Jaitun untuk semua wejangan dan kebersamaan
kita diatas gunung...
16- maret- 2011
Aku rencananya akan kemah di pegunungan Ungaran daerah ngipik, lokasi Perkebunan, kopi,teh dan hutan pala milik pertamina. siang yg cerah juga udara yang sejuk akan sangat menyenangkan diatas sana, tapi ternyata sore hari tidak mendukung mendung mengantung pekat dilangit, sepertinya hujan deras akan turun.
Jam 5 sore hujan turun dengan derasnya, acara kemahku gagal total, akupun mengurungkan niatku kemah akupun mengungsi disebuah mushola dekat sendang amanah...
Jam 7 malam langit sudah kembali cerah, aku putuskan kembali pulang kerumah...aku lupa membawa kamera , jadi kuputuskan untuk pulang.
Aku punya kesenangan sendiri, ketika suasana hatiku lagi tak menentu aku selalu ingin berada ditempat sunyi, bahkan kesenanganku diatas gunung kadang sangat memberikan ketentraman hatiku.
Aku minta ijin suamiku untuk kembali kegunung Suroloyo, Selasa Pon 17 mei 2011, mulanya suamiku tak memberikan ijin, tapi akhirnya akupun diberikan ijin untuk naik kepuncak suroloyo, mungkin suamiku khawatir karena medan keatas puncak sangat berat dan sulit, Dalam rumah tangga pasti ada konflik didalamnya, demikian pula dalam kehidupan rumah tanggaku.
Tapi bagiku masalah apapun itu adalah hal yg bisa , dan pasti ada pemecahannya.
Aku selalu menganggap setiap persoalan pasti akan ada jalan keluar, Untuk itu dengan kejenuhan yang ada, selain menyepi dan intropeksi diri, aku ingin mengabaikan kegundahan hatiku untuk mendaki gunung Suroloyo....Surowani, loyo mati....hanya yang berani mati dan tekat yg kuat yang sanggup mencapai puncak suroloyo hingga menuju Sendang 7 dimana disana tempat mandi para Dewa dan sang Bidadari...dan tempat pertapaan yg berada ribuan kilo diatas gunung Ungaran...
Bersama Mbah Jaitun juru kunci makam raden Ceguk dan nyi Suko, seorang cikal bakal penyebar agama islam tanah ungaran..Keinginanku hanya satu berjalan ketempat yg tinggi dan sunyi meluapkan kejenuhan dan kekesalan hatiku...menyusuri tanah perbukitan setapak kami mulai pendakian jam 09:00 siang, dengan bekal air putih 1 liter, permen dan Rokok..kami melalui jalan mendaki...sepanjang perjalanan banyak wejangan dari mbah jaitun kepadaku, bahwa dalam hidup harus lebih banyak sabar, iklas dan bersyukur...
Kesederhanaan mbah jaitun dalam memberi wejangan sangat menyentuh hatiku...
Mbah Jaitun yang berusia 70 tahun sungguh sangat luar biasa, satmina tubuhnya kuacungkan jempol...aku yang berusia 40 tahun belum apa apa dibandingakan kekuatan fisik mbah jaitun..
Belum ada wanita yang naik keatas Puncak Gunung Suroloyo, kadang Laki lakipun tidak akan sanggup naik hingga kepancuran 7...sudah terlalu sering mbah jaitun mengantar pengunjung naik keatas puncak, tapi kebanyakkan mereka gagal naik dan memutuskan turun.

Bersama mbah Jaitun, melintasi medan yang sangat berat berbeda ketika masih muda ketika aku naik ke lawu, merapi dan merbabu...disini aku dan mbah jaitun harus melewati jalan yang penuh belukar dan berduri...kadang melalui jalan setapak yg sering dilintasi mereka yg mendaki...kadang jalanan kembali dipenuhi ranting dan kayu kayu berserakkan bahkan rerumputan yg tinggi...semakin naik keatas semakin banyak kendala yg kuhadapi...tapi semua itu kuabaikan, aku selalu membawa tasbih dalam perjalanan setiap langkahku naik keatas puncak adalah wirid panjangku, berdoa memohon kekuatan, ketentraman, kesabaran untuk sanggup sampai kepuncak sana...walau kadang aku harus berhenti berulang kali untuk mengatur nafasku yg tersengal..

Semakin naik semakin tebal kabut, bau kabut kali ini lain dari biasa agak sedikit menyengat dan berbau...namun semua itu kutepiskan jauh jauh, seiring pemandangan yg luar biasa indah dan suara burung dan hewan hutan yang begitu memukau hatiku...sungguh aku yakin keberadaanku disini juga atas kehendak Allah swt, maka yang kufikirkan hanya doa doa yang kupanjatkan, apa yang kulalui adalah cerminan perjalanan kehidupanku. maka apapun yg kuhadapi aku hanya menjalani sekuat hatiku.

Banyak hal yang kutemui diatas sini, semua luar biasa untukku, semua adalah kuasa Allah untuk setiap apapun yg kulihat dengan mata kepalaku.Dengan bimbingan mbah Jaitun aku yakin aku pasti sanggup naik keatas puncak..3 jam perjalanan cukup membuatku lelah, sengaja kuabadikan perjalanan keatas agar bisa kujadikan kenang kenangan bagaimana aku berusaha melalui setiap rintangn yg ada, mendengar suara gamelan jawa sayup sayup diantara kabut membuat berdiri bulu kudukku pada hal aku berada di ribuan kilo dari perkampungan ngaglik, aku semakin kencang mengenggam tasbih menyebut nama Allah atas segala kekuasaanNya.Apapun yang terlihat dan yang kudengar adalah tipuan hatiku..dimana semua itu hanya untuk melemahkan tekadku sampai keatas sana.

Jadi teringat beberapa orang yg meragukan kemampuanku naik ke sendang Suroloyo, dibawah tadi beberapa orang mengatakan demikian padaku."Nggak mungkin sampai bu, naik kesana nggak sembarang orang bisa dan kuat, paling sampai makam nyi suko sudah gak sanggup untuk terus naik.." kata kata yg semakin menguatkan tekadku...ada apa diatas sana, sehingga banyak yg tak sanggup melalui rintangan yg ada.
Dan benar saja aku mengalami hal yg sangat melelahkan hati dan fikiranku, apa lagi puluhan lintah menempel dikakiku...mulanya aku teriak jijik dengan hewan kecil hitam yg mulai kenyang mengidsap darahku..tapi sudahlah aku juga tak merasakan sakit kenapa kufikirkan..aku tetep berjalan mengikuti langkah bah Jaitun yg terus saja mengunakan aritnya menebangi ranting juga rumputan berduri...kali ini kami ambil jalan pintas hingga harus bersusah payah membuka jalan kedepan...

Jam menunjukkan 13;25
Aku dan mbah Jaitun istirahat sebentar , perlakuan mbah sangat mengesankan, karena dia selalu memotong dedaunan untuk alas dudukku setiap kali berhenti istirahat...selalui diberikan wejangan dan kata kata yg sangat menentramkan hatiku, setiap orang pasti punya cara sendiri untuk mengobati kesedihan hati, kegundahan hati, demikian aku berda jauh diatas sini untuk mengobati kegundahanku, benar adanya ketentraman hati hanya diri yg sanggup mencari...maka aku memang tengah mencari kententraman hatiku sekalipun aku harus berjalan menuruti suara hatiku...yach aku menemukan ketenangan yg luar biasa, ketenangan dimana aku menikmati setiap yg ada..

Tak terasa langit mulai redup mendung mengantung tapi hujan tak juga turun, suasana sore yg mendung terus saja tak membuat tekatku mundur, perjalanan yg luar biasa exstrem dan liar, aku menikmati sore diatas gunung...sesekali aku sempat melihat rusa dari kejauhan, sungguh pemandangan yg indah, suara lutung terdengar nyaring berteriak melengking di atas pepohonan pinus...Alhamdulillah jam 13:30 aku sampai di tempat yg tertinggi d Gunung Suroloyo, i Sendang bidadari, dimana disana ada 7 pancuran air dengan lumut hijau disekitarnya.
Herannya disekitar situ tak ada rumput liar seperti sebelumnya aku melewati hutan ...semua dinding sendang ditumbuhi lumut...mungkin cahaya matahari tak sampai ketanahnya hingga udara menjadi lembab, sangat cocok bagi tumbuh lumut..hanya tanah dimana kupijak bersih dari rerumputan...hanya tanah dan daun kering yg membusuk..

Aku mencuci kaki dan mukaku dengan air sendang....sejuk sampai kehati, memang aura yg ada lebih tenang dan berbeda dari sendang nyi suko...disini lebih senyap...tak ada suara burung atau hewan hutan ...sunyi yg demikian nikmat...di sekitar sendang, ada sebuah pohon besar, dimana dibawahnya ada goa kecil, mungkin tempat orang orang yg pernah tapa disini, mbah Jaitun menawarkan apa aku mau nyepi disini, aku tertawa, mendengar pertanyaan mbah jaitun,"Nggak lah mbah, aku hanya ingin duduk diam dan menikmati suasana hutan...jika aku memohon sesuatu disini, semua hanya untuk keridoan Allah, berdoa ditempat sunyi dan paling tertinggi mungkin itu caraku untuk menghilangkan kesedihanku..
Kata si Mbah kalau nyepi disini 7 hari, maka sendang yg terlihat bukan sendang seperti ini, melainkan sendang bidadari yg memiliki khasiat yg luar biasa...dari setiap air yg mengalir...
"Ach...nggak lah mbah...aku gak ingin cari yg seperti itu...jika ada berkah yg kuinginkan semua karena berkah sang Kuasa...karena aku percaya aku bisa sampai kesini juga atas rahmat dan hidayahnya...Insyak Allah ada berkahNya ..mbah.."


Tak terasa 3 jam aku duduk diatas Gunung Suroloyo, menikmati sunyi sebagai obat gundah hati...demikian aku melewati 6 jam naik keatas Gunung dengan kegembiraan yg luar biasa, diusia 40 tahun aku sanggup naik keatas gunung yg tidak semua orang sanggup mencapai ketempat ini, memang kenekatanku untuk ingin tau tentang Legenda Gunung Suroloyo dan Mata air di Sendang Bidadari membuat aku ingin tau lebih banyak...dan aku senang aku bertemu dengan wanita cantik dengan kemben batik yg kuliat diantara kabut yg pekat...Subhanallah Cantinya...kecantikkanya menebar aura ketenangan yang luar biasa....


PENDAKIAN KE GUNUNG SUROLOYO
Mungkin banyak yang belum mengenal gunung suroloyo didaerah ungaran...
Aku hanya seorang pendatang yg kebetulan suka dengan alam, sungguh suatu yang luar biasa dapat menikmati alam dengan hati yang iklas...
Siang ini...aku merasa harus naik keatas gunung suroloyo...dimana disitu adalah gunung tertua di ungaran, itupun menurut mereka yang sering melakukan ritual yang kusendiri tak pernah menjalaninya.
Buatku gunung adalah tempat yang menentramkan hati...dimana disekelingnya ditumbuhi hutan pala, kopi bahkan pinus.
Luar biasa indah, mana kala bisa naik hingga kepuncak...menemukan 7 sumber mata air yang memiliki khasiat. ntahlah...masing masing mata air kuminum semua sumber berasa berbeda..
Butuh waktu 2 jam dari atas untuk naik kepuncak, setelah mandi disendang amanah dan sholat duhur
Aku bertemu 3 orang pria dari semarang dan demak, aku tidak mengenal mereka...tapi aku tertarik untuk mengikuti kelompok pria tersebut naik hingga kepuncak...
Aku berkenalan dengan mas beny, mas susilo dan mas andi...
Meskipun mereka masih muda tapi aku intres dengan mas andi yg memang pernah tinggal di gunung suroloyo 3 tahun...masih muda...tapi pemahamannya tentang agama...kukira cukup baik...buatku untuk belajar dan menerima ilmu tak harus memandang usia, aku hanya mengambil hikmah dari semua itu karena apa yang dikatakan mas andi cukup bisa kuterima akal dan fikiranku...
Sebelum naik puncak aku mandi di sendang amanah...setelah sholat dhuhur kami memulai perjalanan naik, perjalanan kepuncak sebenarnya tidak kurencanakan, spontan hanya keinginan tauanku tentang makam yang ada di atas gunung suroloyo.
Diperjalanan yang cukup berat medannya membuat mas susilo dan mas beny tidak mampu melanjutkan perjalanan, ntah mengapa mereka muntah muntah...mungkin karena perjalanan ke atas sangat curam dan menanjak, butuh stamina yg cukup,...akhirnya mereka kami tinggal setengah jam perjalanan ke makam pertama , makam Raden Abdullah atau Raden Ceguk dan makam isterinya, beliau adalah anak dari Nyai Suko...cikal bakal sesepuh penyebar agama islam di daerah ungaran.
Sesampai diatas makam, aku mulai berdoa...semampuku...aku kirimkan surat alfateha.. sebanyak yang kumampu...langit mulai senja...aku tetap ingin meneruskan perjalananku, karena mas andi sudah pernah tirakat selama 3 tahun dipuncak suroloyo. Mas Andi mengingatkanku...bahwa medan diatas sangat sulit dan menanjak. Entah keberanian dari mana aku tetap kekeh untuk naik, pada hal aku tidak mengenal siapa mas andi...aku yakin dan percaya mas andi yang akan membawaku kepuncak untuk jiaroh kemakam Nyai Suko...
Sebelum naik keatas aku sempat merasa pusing dan mual...ntah ada hal yg memang luar biasa kurasakan...sekelilingku panas dan membuat ku ingin muntah....seperti orang mabuk...aku merasa pusing dan berkunang kunang...aku minta istirahat sebentar...tapi subhanallah...aku seperti melihat seorang wanita dengan rambut yang panjang dengan kebaya kurung...langit masih cukup jelas untuk melihat sosok wanita yg kulihat dari kejauhan...aku tidak berfikir apapun kecuali merasakan mual yang sangat...hingga akhirnya akupun muntah...walau tak kukeluarkan apapun...hanya air..yg kurasakan pait.
Mas andi menanyakan padaku apakah aku masih akan melanjutkan perjalanan ke atas puncak...aku diam sesaat melihat sekelilingku...aku yakin aku masih kuat dan sanggup naik keatas.
Mas andi bilang selama di sini 3 tahun dia ditemani seorang wanita yang mengenakan kebaya dengan berambut panjang...wanita itu bernama Roro Sedayu putri ke 11 Nawang wulan...aku tidak tau siapa yg dimaksud...yang jelas aku tadi seperti melihat sosok wanita yg dimaksud...walau sedikit merinding aku masih tetap diam dan tidak menceritakan wanita yg kulihat tadi....kamipun melanjutkan perjalanan ke atas...sesaat aku berhenti disebuah kolah kecil sebesar ember yg terbuat dari batu gunung tapi ada aliran sumber dari atas gunung, mas andi menyarankan aku untuk meminumnya, disitu ada pancuran dua buah yang dari sumber berbeda, aku turutin saran mas andi, karena memang aku kehausan...aku cuci mukaku dengan air sumber yang mengalir..hmmm aku minum air sumber tampa pikir panjang....terasa segar luar biasa...rasa haus dan lelah cukup terobati...
Mas Andi menanyakan aku sekali lagi apakah masih kuat naik keatas karena butuh waktu satu setengah jam sampai kemakam dan 7 sumber mata air.
Ntah yang kucari apa tapi aku penasaran dengan cerita masyarakat di ungaran khususnya di daerah nyatnyono. Mereka meyakini bahwa kyai hasan munadi yang juga salah satu murid dari Nyi suko., dimana makam kyai hasan munadi banyak dijiarahi oleh berbagai jemaah dari luar kota...aku sering melihat rombongan bis yang datang berjiarah pada musim musim tertentu.....itu yg mereka sampaikan kepadaku tapi aku sendiri belum tau banyak sejarah islam di ungaran...
Tapi yang akan kukunjungi kali ini makam Nyi SUMO... makam tertua diatas gunung suroloyo....
Ada sesuatu yang excaited...yang membuatku merasa yakin naik keatas...karena aku yakin dengan menyaksikan ungaran dari atas akan kutemukan keindahan yang sulit kuceritakan dengan kata kata.
Aku melanjutkan perjalanan naik keatas gunung suroloyo, sore tadi...melewati jalan setapak menanjak dan licin karena lumut....suasana lengang dan teduh terasa nyaman dan nikmat...walau tersengal sengal menapaki jalan yg menanjak...aku cukup puas menikmati hutan pinus yang lebat yang ditumbuhi pohon kopi dan ilalang ...sungguh luar biasa pengalaman yang sangat membuat hatiku lega. Setengah jam perjalanan aku minta berhenti, nafasku seolah mau lepas...sesak dan pusing, kembali aura yg tak jelas dan khas aku rasakan sesaat...bau tanah lembab dan bau tanaman hutan serta burung burung disekitar hutan seperti suara yg ingin menyambut kehadiranku...kabut perlahan datang pada hal tadi nampak terang....sekilas tapi itulah yang kulihat....kemudian kabut pelan pelan lenyap...aku ditawarin air pancuran mas andi...akupun menerima dengan senang hati...hmm segar memang sangat membantu ku untuk kembali berdiri dan melanjutkan perjalanan...
Sepanjang perjalanan, aku ngobrol dengan mas andi, ..apa yang dicari mas andi selama 3 tahun berdiam diatas gunung, dia dulu seorang pengangguran karena tidak punya kerjaan merasa malu kalau hanya duduk duduk dirumah, akhirnya dia sering kegunung hanya untuk menghabiskan waktu luangnya...dia pernah belajar disebuah pondok dijawa timur...disana dia belajar ilmu agama, panjang lebar dia cerita...cukup lah buatku tau bahwa dia tengah merenungi apa yang harus dia cari dalam menjalani hidup agar bermanfaat, ternyata dia menemukan jawabannya, Mas Andi menceritakan bahwa aku jangan mengenalnya terlalu dekat, kalau nanti sepulang dari gunung dan bertemu dijalan...ibu pura pura gak kenal saya aja katanya kepadaku,...aku heran kenapa harus pura pura tidak mengenal, bukankah mas andi begitu baik menemaniku sampai keatas puncak ...
" ya bu...karena saya temannya semua bajingan, dari pelacur, rampok, penjudi bahkan preman....katanya.
Ntah mengapa aku tidak punya pemikiran jelek tentang dia walau aku bisa baca dari penampilannya mas andi memang sedikit urakkan...
" kenapa begitu mas...apa mas andi juga termasuk salah satu dari profesi itu kecuali pelacur...bisa juga dong gigolo...hahhhahah...aku tampa basa basi bertanya padanya.
" astafirllah ...wach...ibu kok bilang gitu toh...ya percuma saya belajar ilmu agama, nyepi digunung cari barokah...tapi seng tak ombe tak makan seko air peceren...yo akhirnya gak ada manfaatnya toh bu.." mas andi mulai cerita panjang lebar tentang hal hal yang membuatku kagum, ternyata usia muda tak menjamin cara fikir seseorang.
" kenapa bergaul dengan mereka mas andi..kataku sambil terus berjalan menelusuri hutan pinus yang mulai kurasakan dingin dan senyap...aku sudah berada diatas...luar biasa buatku.
" Saya bergaul dengan mereka hanya mengajak mereka untuk tau bagai mana menjalankan ibadah hati ..syukur mereka bisa sholat dan menjauhi larangan agama...alhamdullilah walau saya harus masuk dalam lingkungan maksiat saya tetap terjaga iman islam saya,...lho istri saya dua buk...malah yang satunya saat menikah dengan saya dia lagi hamil...bukan anak saya bu...tapi saya menikah karena kasian bu...tadinya agamanya kristen..sekarang alhamdulillah dia sudah muslim...buat saya anak yang dikandung istri saya juga anugrah,..saya diberi kepercayaan untuk ibadah...menerima iklas dengan keadaan dia,.." mas Andi dengan polosnya menceritakan dirinya pada hal aku gak kenal dia...aku mengenalnya siang tadi dibawah..
" Gimana istri mas, dia iklas menerima istri muda mas...lha itu buk aneh kok istri saya, dia ngijinkan saya menikah lagi asal sama istri saya yg sekarang ini, kebetulan istri saya dari pondok dan juga suka tirakat kayak saya...hihihi...
Kok bisa mas pada hal di banding saya usia mas andi masih muida lho...kataku padanya
" lha ibu usianya berapa toh...kalau saya 35..
" Waduh saya udah mau 40 mas...kataku sambil terengah engah...aduh bentar mas istirahat dulu...
lha udah sepuh ya bu...kok ya masih kuat naik gunung suroloyo...ini gunung tertua lho bu...jarang yg bisa naik atas selain medannya sulit ya itu banyak jin nya...mas andi terus aja berceita tentang hutan pinus yg kulewati.
Aku sendiri walau sedikit takut pura pura ndak dengar apa yg diceritakan...pandanganku hanya menatap daun daun kering yang bertebaran dijalan setapak...sungguh aku tak berani menatap kanan kiri karena aura yg membuatku ndak nyaman engan untuk memandang indahnya hutan pinus yang tinggi menjulang..
Aku hanya ingin menulis apa yg kujalani siang hingga sore tadi...aku harus mencatat detail sebelum tulisanku kuedit ulang dalam merekam kejadian yang luar biasa tadi.
Tak terasa aku sampai disebuah tanah datar diatas gunung...mas andi bilang disini areal pemakaman...kok bisa lokasi yang sulit dan menanjak...dijadikan tempat pemakaman...tapi aku tidak menemukan batu nisan, mungkin karena tertutup rerumputan dan pepohonan perdu..hanya batu batu gunung yang menonjol diatara rumput yang tinggi.
Akhirnya aku menemukan sebuah makam berpagar hijau..disitu tertulis makam Nyi SUKO...batu nisan terbuat dari kayu jati yang utuh dengan warna coklat yang pekat...
Aku hanya bertanya dalam hati bagai mana mungkin makam ini ada diatas...aku tanya mas andi berapa usia makam ini...mas andi bialng mungkin sekitar 600 thn...
Subhanallah...aku merinding mendengar cerita mas andi...tapi dasar nekat aku memberanikan diri mendekat kemakam nyi sumo....aku duduk disisi makam aku hanya berdoa dan menghadiahkan surat alfateha...mungkin jarang orang bisa menerima dengan akal sehat jika tibba tiba pipiku terasa hangat..
Yach,,,aku merasa sesuatu yang hangat diarah pipi kananku...seperti ada sesuatu yang menempel sebanyak 3 kali...aku memejamkan mataku lalu aku mengucapkan salam..." assalamualikum ya mayiti...nyi suko...ntah mengapa aku harus berucap demikian...aku memberi salam sebanyak 3 kali..
setelah selesai duduk dan berdoa...aku merasa pusing kembali...mungkin kelelahan atau ada sesuatu yg mendesak kedalam tubuhku...karena aku mengigil dan merasa mual..
Mas andi mengajakku turun ke sumber mata air yg ada di bawah makam nyi sumo...akupun mengikuti mas andi turun kesemak semak tapi ada jalan setapak...tak beberapa lama ada sebuah pohon besar dan sebuah gubuk yang dibuat masyarakt di bawah gunung seperti sebuah kolam kecil yang terbuat dari batu gunung...yang ditumbuhi lumut hijau...ada aura yg sama seperti diatas makam...tapi aku tak memperdulikan semua itu...sungguh aku ucapkan syukur alhamdullilah melihat sesuatu yang luar biasa, sebuah danau kecil dari tumpukkan batu menyerupai kolam dengan pancuran kecil dari bambu...
Mas andi bilang air ini air yg banyak dicari orang...kebetulan aku meemukan botol akua yang kemudian kuambil airnya. aku tidak tau buat apa aku hanya mengambil saja menuruti kata kata mas andi.
Kalau bawa kain mbak bisa mandi disini...aku hanya senyum...karena tujuanku keatas hanya sekedar ingin tau tampa berniat mencari sesuatu apapun..
Aku hanya berwudu menyucikan diriku diatas puncak gunung...aku berharap dengan air ini hatiku tenang dan membuatku merasa segar.
Sungguh aku merasakan kesegaran yang luar biasa, rasa lelah hampir tak kurasakan...aku menikmati perjalanan yang tak kurencanakan dengan suka cita...memang selama ini aku hanya naik ditengah tengah gunung suroloyo...meskipun cukup tinggi, aku tak membayangkan bisa sampai ketempat ini...
karena sering aku bertemu banyak orang yg datang hanya untuk mencari sesuatu yang sebenar tidak kufahami....bahkan para pejabat dari berbagai daerah datang hanya untuk mencari berkah...
Yang mereka yakini jika di ijabah danyang dari gunung Suroloyo...maka apa yg dicita citakan akan terwujud...
Jika tulisan ini kushare di fb...aku bukan ingin mengajak yang lain untuk meniru mereka yang mempercayai semua ini, aku hanya ingin bercerita betapa menakjubkan berada di atas gunung yang memiliki cerita yang cukup menarik untuk diketahui.
Selain medan yg cukup terjal dan curam...tempat ini luar biasa indah...
Butuh stamina yang baik dan tekat yg kuat untuk bisa menikmati keindahan yang luar biasa.
Cukuplah kusyukuri keindahan ini hingga kegundahanku menjadi sirna...tergantikan keindahan hutan pinus...kesunyian...hingga suara binatang hutan meritmekan nyanyian yang dasyat kunikmati.
Selesai berwudhu dan juga meminum air yg kurasakan manis...aku mengambil sebotol air untuk kubawa dan kuberikan ke Mas susilo dan mas beny yang menunggu dibawah karena tidak sanggup naik keatas.
Mereka jauh jauh datang hanya untuk mencari air yang katanya buat obat.
Aku kembali kemakam dan kembali menghadiahkan alfateha buat nyi sumo...semoga perjalanku pulang lancar dan tidak hu8jan.
Setelah itu akupun naik keatas sekitar setengah jam..diatas masih ada sumber air dengan 7 mata air...
Perjalanan tak terasa, hingga aku sampai disana,...kabut mulai turun...tapi tekatku tetap bulat untuk merasakan kesegaran 7 mata air yang ternyata benar benar kurasa ajaib,,,,
7 mata air kuminum karena menurut mas andi rasanya berbeda beda...dan memang demikian adanya dari 7 mata air 4 kurasakan manis...gurih, tawar tapi berasa dingin yang tak hilang, satu lagi kurasakan manis tapi juga ada tersisa tawar diujung lidah...sungguh luar biasa...demikian aku merasakanya...walau menurut mas andi semua yg mencicipi airnya masing masing orang berbeda .
Disini aku tidak mengambil airnya...hanya sebentar lalu kami putuskan turun.
Alhamdulillah...meskipun senja mulai turun langit tetap cerah bahkan bulan sudah mulai menampakkan dirinya, ntah mengapa saat turun terasa cepat...sama sekali tak merasa lelah...
Hingga sampai kami di pos bawah..di sendang amanah...akupun kembali mencuci kaki sekaligus sholat berjamaah di mushola kecil disamping sendang.
Selesai sholat kami singgah dirumah pak yasin...sesepuh yg tinggal dikampung dekat sendang...kami mampir sejenak...setelah magrib lewat aku pamitan dengan mereka, rupanya mas Andi, Mas Susilo dan mas Beny juga akan turun...akhirnya kami pamit dan melewati jalan setapak hingga melewati hutan pala dan kopi....ntah aku tak merasa takut walau bersama orang asing, buatku...aku percaya bahwa aku dilindungi gusti...dengan berfikir baik kepada teman baru yg kukenal.
Terimakasih mas andi...sudah menemani ku naik kegunung Suroloyo...aku yakin kebaikan ini akan memberikan manfaat yang baik...seperti kataku rejeki dan keberuntungan akan mengikuti amal kebaikan mas andi.insyak allah...
Mungkin tulisan ini hadiah juga buatku, bagai mana mungkin waktu singkat yg kulalui siang hingga sore tadi sangat lekat tercatat diotakku, hingga selesai mandi aku duduk di hadapan Laptopku hanya ingin berbagi,,,sungguh tanganku bergerak tak berhenti...menulis tampa kubaca bahkan tampa konsep yg harus tertulis dengan runtun dan hati hati...
Biarkan apa yang kutulis murni dari apa yang terlewati sesiang dan sesore tadi...hingga saat kuturun langit benar benar gelap...dan dingin yang nikmat.
Matur nuwun gusti kau berikan keindahan yang demikian sempurna, hingga tak sanggup kuceritakan hala hal yang dasyat yang diluar akal sehat...hingga kau jaga hati dan fikiranku tetap bersholawat selama aku menadaki ke gunung suroloyo bersama 3 laki laki asing sampai kukembali kerumahku.
@@@ Buat mbak Sugiyah mbak yg aku ambil dari daerah wonosobo dr kaki Gunung Sindoro yang semalam kujemput yang juga ikut bersamaku naik ke gunug suroloyo... terimaksih menemani ibu.
Aku hanya seorang pendatang yg kebetulan suka dengan alam, sungguh suatu yang luar biasa dapat menikmati alam dengan hati yang iklas...
Siang ini...aku merasa harus naik keatas gunung suroloyo...dimana disitu adalah gunung tertua di ungaran, itupun menurut mereka yang sering melakukan ritual yang kusendiri tak pernah menjalaninya.
Buatku gunung adalah tempat yang menentramkan hati...dimana disekelingnya ditumbuhi hutan pala, kopi bahkan pinus.
Luar biasa indah, mana kala bisa naik hingga kepuncak...menemukan 7 sumber mata air yang memiliki khasiat. ntahlah...masing masing mata air kuminum semua sumber berasa berbeda..
Butuh waktu 2 jam dari atas untuk naik kepuncak, setelah mandi disendang amanah dan sholat duhur
Aku bertemu 3 orang pria dari semarang dan demak, aku tidak mengenal mereka...tapi aku tertarik untuk mengikuti kelompok pria tersebut naik hingga kepuncak...
Aku berkenalan dengan mas beny, mas susilo dan mas andi...
Meskipun mereka masih muda tapi aku intres dengan mas andi yg memang pernah tinggal di gunung suroloyo 3 tahun...masih muda...tapi pemahamannya tentang agama...kukira cukup baik...buatku untuk belajar dan menerima ilmu tak harus memandang usia, aku hanya mengambil hikmah dari semua itu karena apa yang dikatakan mas andi cukup bisa kuterima akal dan fikiranku...
Sebelum naik puncak aku mandi di sendang amanah...setelah sholat dhuhur kami memulai perjalanan naik, perjalanan kepuncak sebenarnya tidak kurencanakan, spontan hanya keinginan tauanku tentang makam yang ada di atas gunung suroloyo.
Diperjalanan yang cukup berat medannya membuat mas susilo dan mas beny tidak mampu melanjutkan perjalanan, ntah mengapa mereka muntah muntah...mungkin karena perjalanan ke atas sangat curam dan menanjak, butuh stamina yg cukup,...akhirnya mereka kami tinggal setengah jam perjalanan ke makam pertama , makam Raden Abdullah atau Raden Ceguk dan makam isterinya, beliau adalah anak dari Nyai Suko...cikal bakal sesepuh penyebar agama islam di daerah ungaran.
Sesampai diatas makam, aku mulai berdoa...semampuku...aku kirimkan surat alfateha.. sebanyak yang kumampu...langit mulai senja...aku tetap ingin meneruskan perjalananku, karena mas andi sudah pernah tirakat selama 3 tahun dipuncak suroloyo. Mas Andi mengingatkanku...bahwa medan diatas sangat sulit dan menanjak. Entah keberanian dari mana aku tetap kekeh untuk naik, pada hal aku tidak mengenal siapa mas andi...aku yakin dan percaya mas andi yang akan membawaku kepuncak untuk jiaroh kemakam Nyai Suko...
Sebelum naik keatas aku sempat merasa pusing dan mual...ntah ada hal yg memang luar biasa kurasakan...sekelilingku panas dan membuat ku ingin muntah....seperti orang mabuk...aku merasa pusing dan berkunang kunang...aku minta istirahat sebentar...tapi subhanallah...aku seperti melihat seorang wanita dengan rambut yang panjang dengan kebaya kurung...langit masih cukup jelas untuk melihat sosok wanita yg kulihat dari kejauhan...aku tidak berfikir apapun kecuali merasakan mual yang sangat...hingga akhirnya akupun muntah...walau tak kukeluarkan apapun...hanya air..yg kurasakan pait.
Mas andi menanyakan padaku apakah aku masih akan melanjutkan perjalanan ke atas puncak...aku diam sesaat melihat sekelilingku...aku yakin aku masih kuat dan sanggup naik keatas.
Mas andi bilang selama di sini 3 tahun dia ditemani seorang wanita yang mengenakan kebaya dengan berambut panjang...wanita itu bernama Roro Sedayu putri ke 11 Nawang wulan...aku tidak tau siapa yg dimaksud...yang jelas aku tadi seperti melihat sosok wanita yg dimaksud...walau sedikit merinding aku masih tetap diam dan tidak menceritakan wanita yg kulihat tadi....kamipun melanjutkan perjalanan ke atas...sesaat aku berhenti disebuah kolah kecil sebesar ember yg terbuat dari batu gunung tapi ada aliran sumber dari atas gunung, mas andi menyarankan aku untuk meminumnya, disitu ada pancuran dua buah yang dari sumber berbeda, aku turutin saran mas andi, karena memang aku kehausan...aku cuci mukaku dengan air sumber yang mengalir..hmmm aku minum air sumber tampa pikir panjang....terasa segar luar biasa...rasa haus dan lelah cukup terobati...
Mas Andi menanyakan aku sekali lagi apakah masih kuat naik keatas karena butuh waktu satu setengah jam sampai kemakam dan 7 sumber mata air.
Ntah yang kucari apa tapi aku penasaran dengan cerita masyarakat di ungaran khususnya di daerah nyatnyono. Mereka meyakini bahwa kyai hasan munadi yang juga salah satu murid dari Nyi suko., dimana makam kyai hasan munadi banyak dijiarahi oleh berbagai jemaah dari luar kota...aku sering melihat rombongan bis yang datang berjiarah pada musim musim tertentu.....itu yg mereka sampaikan kepadaku tapi aku sendiri belum tau banyak sejarah islam di ungaran...
Tapi yang akan kukunjungi kali ini makam Nyi SUMO... makam tertua diatas gunung suroloyo....
Ada sesuatu yang excaited...yang membuatku merasa yakin naik keatas...karena aku yakin dengan menyaksikan ungaran dari atas akan kutemukan keindahan yang sulit kuceritakan dengan kata kata.
Aku melanjutkan perjalanan naik keatas gunung suroloyo, sore tadi...melewati jalan setapak menanjak dan licin karena lumut....suasana lengang dan teduh terasa nyaman dan nikmat...walau tersengal sengal menapaki jalan yg menanjak...aku cukup puas menikmati hutan pinus yang lebat yang ditumbuhi pohon kopi dan ilalang ...sungguh luar biasa pengalaman yang sangat membuat hatiku lega. Setengah jam perjalanan aku minta berhenti, nafasku seolah mau lepas...sesak dan pusing, kembali aura yg tak jelas dan khas aku rasakan sesaat...bau tanah lembab dan bau tanaman hutan serta burung burung disekitar hutan seperti suara yg ingin menyambut kehadiranku...kabut perlahan datang pada hal tadi nampak terang....sekilas tapi itulah yang kulihat....kemudian kabut pelan pelan lenyap...aku ditawarin air pancuran mas andi...akupun menerima dengan senang hati...hmm segar memang sangat membantu ku untuk kembali berdiri dan melanjutkan perjalanan...
Sepanjang perjalanan, aku ngobrol dengan mas andi, ..apa yang dicari mas andi selama 3 tahun berdiam diatas gunung, dia dulu seorang pengangguran karena tidak punya kerjaan merasa malu kalau hanya duduk duduk dirumah, akhirnya dia sering kegunung hanya untuk menghabiskan waktu luangnya...dia pernah belajar disebuah pondok dijawa timur...disana dia belajar ilmu agama, panjang lebar dia cerita...cukup lah buatku tau bahwa dia tengah merenungi apa yang harus dia cari dalam menjalani hidup agar bermanfaat, ternyata dia menemukan jawabannya, Mas Andi menceritakan bahwa aku jangan mengenalnya terlalu dekat, kalau nanti sepulang dari gunung dan bertemu dijalan...ibu pura pura gak kenal saya aja katanya kepadaku,...aku heran kenapa harus pura pura tidak mengenal, bukankah mas andi begitu baik menemaniku sampai keatas puncak ...
" ya bu...karena saya temannya semua bajingan, dari pelacur, rampok, penjudi bahkan preman....katanya.
Ntah mengapa aku tidak punya pemikiran jelek tentang dia walau aku bisa baca dari penampilannya mas andi memang sedikit urakkan...
" kenapa begitu mas...apa mas andi juga termasuk salah satu dari profesi itu kecuali pelacur...bisa juga dong gigolo...hahhhahah...aku tampa basa basi bertanya padanya.
" astafirllah ...wach...ibu kok bilang gitu toh...ya percuma saya belajar ilmu agama, nyepi digunung cari barokah...tapi seng tak ombe tak makan seko air peceren...yo akhirnya gak ada manfaatnya toh bu.." mas andi mulai cerita panjang lebar tentang hal hal yang membuatku kagum, ternyata usia muda tak menjamin cara fikir seseorang.
" kenapa bergaul dengan mereka mas andi..kataku sambil terus berjalan menelusuri hutan pinus yang mulai kurasakan dingin dan senyap...aku sudah berada diatas...luar biasa buatku.
" Saya bergaul dengan mereka hanya mengajak mereka untuk tau bagai mana menjalankan ibadah hati ..syukur mereka bisa sholat dan menjauhi larangan agama...alhamdullilah walau saya harus masuk dalam lingkungan maksiat saya tetap terjaga iman islam saya,...lho istri saya dua buk...malah yang satunya saat menikah dengan saya dia lagi hamil...bukan anak saya bu...tapi saya menikah karena kasian bu...tadinya agamanya kristen..sekarang alhamdulillah dia sudah muslim...buat saya anak yang dikandung istri saya juga anugrah,..saya diberi kepercayaan untuk ibadah...menerima iklas dengan keadaan dia,.." mas Andi dengan polosnya menceritakan dirinya pada hal aku gak kenal dia...aku mengenalnya siang tadi dibawah..
" Gimana istri mas, dia iklas menerima istri muda mas...lha itu buk aneh kok istri saya, dia ngijinkan saya menikah lagi asal sama istri saya yg sekarang ini, kebetulan istri saya dari pondok dan juga suka tirakat kayak saya...hihihi...
Kok bisa mas pada hal di banding saya usia mas andi masih muida lho...kataku padanya
" lha ibu usianya berapa toh...kalau saya 35..
" Waduh saya udah mau 40 mas...kataku sambil terengah engah...aduh bentar mas istirahat dulu...
lha udah sepuh ya bu...kok ya masih kuat naik gunung suroloyo...ini gunung tertua lho bu...jarang yg bisa naik atas selain medannya sulit ya itu banyak jin nya...mas andi terus aja berceita tentang hutan pinus yg kulewati.
Aku sendiri walau sedikit takut pura pura ndak dengar apa yg diceritakan...pandanganku hanya menatap daun daun kering yang bertebaran dijalan setapak...sungguh aku tak berani menatap kanan kiri karena aura yg membuatku ndak nyaman engan untuk memandang indahnya hutan pinus yang tinggi menjulang..
Aku hanya ingin menulis apa yg kujalani siang hingga sore tadi...aku harus mencatat detail sebelum tulisanku kuedit ulang dalam merekam kejadian yang luar biasa tadi.
Tak terasa aku sampai disebuah tanah datar diatas gunung...mas andi bilang disini areal pemakaman...kok bisa lokasi yang sulit dan menanjak...dijadikan tempat pemakaman...tapi aku tidak menemukan batu nisan, mungkin karena tertutup rerumputan dan pepohonan perdu..hanya batu batu gunung yang menonjol diatara rumput yang tinggi.
Akhirnya aku menemukan sebuah makam berpagar hijau..disitu tertulis makam Nyi SUKO...batu nisan terbuat dari kayu jati yang utuh dengan warna coklat yang pekat...
Aku hanya bertanya dalam hati bagai mana mungkin makam ini ada diatas...aku tanya mas andi berapa usia makam ini...mas andi bialng mungkin sekitar 600 thn...
Subhanallah...aku merinding mendengar cerita mas andi...tapi dasar nekat aku memberanikan diri mendekat kemakam nyi sumo....aku duduk disisi makam aku hanya berdoa dan menghadiahkan surat alfateha...mungkin jarang orang bisa menerima dengan akal sehat jika tibba tiba pipiku terasa hangat..
Yach,,,aku merasa sesuatu yang hangat diarah pipi kananku...seperti ada sesuatu yang menempel sebanyak 3 kali...aku memejamkan mataku lalu aku mengucapkan salam..." assalamualikum ya mayiti...nyi suko...ntah mengapa aku harus berucap demikian...aku memberi salam sebanyak 3 kali..
setelah selesai duduk dan berdoa...aku merasa pusing kembali...mungkin kelelahan atau ada sesuatu yg mendesak kedalam tubuhku...karena aku mengigil dan merasa mual..
Mas andi mengajakku turun ke sumber mata air yg ada di bawah makam nyi sumo...akupun mengikuti mas andi turun kesemak semak tapi ada jalan setapak...tak beberapa lama ada sebuah pohon besar dan sebuah gubuk yang dibuat masyarakt di bawah gunung seperti sebuah kolam kecil yang terbuat dari batu gunung...yang ditumbuhi lumut hijau...ada aura yg sama seperti diatas makam...tapi aku tak memperdulikan semua itu...sungguh aku ucapkan syukur alhamdullilah melihat sesuatu yang luar biasa, sebuah danau kecil dari tumpukkan batu menyerupai kolam dengan pancuran kecil dari bambu...
Mas andi bilang air ini air yg banyak dicari orang...kebetulan aku meemukan botol akua yang kemudian kuambil airnya. aku tidak tau buat apa aku hanya mengambil saja menuruti kata kata mas andi.
Kalau bawa kain mbak bisa mandi disini...aku hanya senyum...karena tujuanku keatas hanya sekedar ingin tau tampa berniat mencari sesuatu apapun..
Aku hanya berwudu menyucikan diriku diatas puncak gunung...aku berharap dengan air ini hatiku tenang dan membuatku merasa segar.
Sungguh aku merasakan kesegaran yang luar biasa, rasa lelah hampir tak kurasakan...aku menikmati perjalanan yang tak kurencanakan dengan suka cita...memang selama ini aku hanya naik ditengah tengah gunung suroloyo...meskipun cukup tinggi, aku tak membayangkan bisa sampai ketempat ini...
karena sering aku bertemu banyak orang yg datang hanya untuk mencari sesuatu yang sebenar tidak kufahami....bahkan para pejabat dari berbagai daerah datang hanya untuk mencari berkah...
Yang mereka yakini jika di ijabah danyang dari gunung Suroloyo...maka apa yg dicita citakan akan terwujud...
Jika tulisan ini kushare di fb...aku bukan ingin mengajak yang lain untuk meniru mereka yang mempercayai semua ini, aku hanya ingin bercerita betapa menakjubkan berada di atas gunung yang memiliki cerita yang cukup menarik untuk diketahui.
Selain medan yg cukup terjal dan curam...tempat ini luar biasa indah...
Butuh stamina yang baik dan tekat yg kuat untuk bisa menikmati keindahan yang luar biasa.
Cukuplah kusyukuri keindahan ini hingga kegundahanku menjadi sirna...tergantikan keindahan hutan pinus...kesunyian...hingga suara binatang hutan meritmekan nyanyian yang dasyat kunikmati.
Selesai berwudhu dan juga meminum air yg kurasakan manis...aku mengambil sebotol air untuk kubawa dan kuberikan ke Mas susilo dan mas beny yang menunggu dibawah karena tidak sanggup naik keatas.
Mereka jauh jauh datang hanya untuk mencari air yang katanya buat obat.
Aku kembali kemakam dan kembali menghadiahkan alfateha buat nyi sumo...semoga perjalanku pulang lancar dan tidak hu8jan.
Setelah itu akupun naik keatas sekitar setengah jam..diatas masih ada sumber air dengan 7 mata air...
Perjalanan tak terasa, hingga aku sampai disana,...kabut mulai turun...tapi tekatku tetap bulat untuk merasakan kesegaran 7 mata air yang ternyata benar benar kurasa ajaib,,,,
7 mata air kuminum karena menurut mas andi rasanya berbeda beda...dan memang demikian adanya dari 7 mata air 4 kurasakan manis...gurih, tawar tapi berasa dingin yang tak hilang, satu lagi kurasakan manis tapi juga ada tersisa tawar diujung lidah...sungguh luar biasa...demikian aku merasakanya...walau menurut mas andi semua yg mencicipi airnya masing masing orang berbeda .
Disini aku tidak mengambil airnya...hanya sebentar lalu kami putuskan turun.
Alhamdulillah...meskipun senja mulai turun langit tetap cerah bahkan bulan sudah mulai menampakkan dirinya, ntah mengapa saat turun terasa cepat...sama sekali tak merasa lelah...
Hingga sampai kami di pos bawah..di sendang amanah...akupun kembali mencuci kaki sekaligus sholat berjamaah di mushola kecil disamping sendang.
Selesai sholat kami singgah dirumah pak yasin...sesepuh yg tinggal dikampung dekat sendang...kami mampir sejenak...setelah magrib lewat aku pamitan dengan mereka, rupanya mas Andi, Mas Susilo dan mas Beny juga akan turun...akhirnya kami pamit dan melewati jalan setapak hingga melewati hutan pala dan kopi....ntah aku tak merasa takut walau bersama orang asing, buatku...aku percaya bahwa aku dilindungi gusti...dengan berfikir baik kepada teman baru yg kukenal.
Terimakasih mas andi...sudah menemani ku naik kegunung Suroloyo...aku yakin kebaikan ini akan memberikan manfaat yang baik...seperti kataku rejeki dan keberuntungan akan mengikuti amal kebaikan mas andi.insyak allah...
Mungkin tulisan ini hadiah juga buatku, bagai mana mungkin waktu singkat yg kulalui siang hingga sore tadi sangat lekat tercatat diotakku, hingga selesai mandi aku duduk di hadapan Laptopku hanya ingin berbagi,,,sungguh tanganku bergerak tak berhenti...menulis tampa kubaca bahkan tampa konsep yg harus tertulis dengan runtun dan hati hati...
Biarkan apa yang kutulis murni dari apa yang terlewati sesiang dan sesore tadi...hingga saat kuturun langit benar benar gelap...dan dingin yang nikmat.
Matur nuwun gusti kau berikan keindahan yang demikian sempurna, hingga tak sanggup kuceritakan hala hal yang dasyat yang diluar akal sehat...hingga kau jaga hati dan fikiranku tetap bersholawat selama aku menadaki ke gunung suroloyo bersama 3 laki laki asing sampai kukembali kerumahku.
@@@ Buat mbak Sugiyah mbak yg aku ambil dari daerah wonosobo dr kaki Gunung Sindoro yang semalam kujemput yang juga ikut bersamaku naik ke gunug suroloyo... terimaksih menemani ibu.

Akhirnya nyampai di puncak Gunung suroloyo

Temen yg gagal naik

Wisata religi sendang Amanah

Perjuangan naik suroloyo

Bersama mas beny, mas andi dan mas Susilo
Mas Andi ( jaket hitam kemeja merah ) tks untuk menemani ku sampai kepuncak Gunung Suroloyo
Mas Andi ( jaket hitam kemeja merah ) tks untuk menemani ku sampai kepuncak Gunung Suroloyo
Senin, 16 Januari 2012
BERLOMBA UNTUK MEMBERIKAN MANFAAT KEPADA ORANG LAIN
Keterbatasan bukanlah halangan untuk menjadi orang yang berguna bagi sesama.Kita harus mengakui bahwa alam ini di bawah kontrol dan kekuasaan Allah
Swt. Tidak ada daun kering yang jatuh, kemudian di tiup angin masuk ke
selokan, kecuali Allah Swt jua yang menghendakinya.Apa yang disebut-sebut dengan hukum alam pada dasarnya adalah hukum
Allah Swt atau sunnatullah yang bisa dipelajari. Di luar itu
sesungguhnya masih sangat luas lagi misteri yang tidak mungkin diketahui
manusia.
keterbatasan manusia
dalam tradisi pengalaman & bahasa serta keterbatasan manusia
terhadap pemahaman manusia & konsep kebenaran. Jurang diantara kita.
Berbuat baik dan bermanfaat kepada orang lain merupakan hal yang
sulit.Mengenal aspek manusia yang selalu tamak dan berbeda-beda antara
satu manusia dengan yang lainnya.tapi jika kita terbiasa selalu berlomba untuk memberikan manfaat diri
kita kepada orang lain,tentunya akan terbiasa.Kalau sudah terbiasa
adalah hal yang mudah.Seperti kisah seorang persahabatan,yang kehausan
tetapi mempunyai satu cangkuk air saja.Sahabat yang satu dengan yang
lainnya berlomba-lomba untuk memberikan minumman yang satu cengkuk
kepada sahabat yang lain hingga tidak memikirkan kepentingan dirinya.Inilah contoh memberikan manfaat kepada orang lain.Seakan-akan membantu orang lain lebih utama daripada dirisendiri.
Sebenarnya inti dari hal tersebut berasal dari kemampuan berkomunikasi dan menjalin kerjasama dengan orang lain, karena hal itu lebih penting dalam meraih keberhasilan dibandingkan
kemampuan teknis yang lain. Hal ini berkaitan erat dengan bagaimana kita
memperlakukan orang lain dan bagaimana kita merespon setiap tindakan
orang lain terhadap kita. Di sekolah, kantor
di lingkungan rumah kita, atau dimana saja, kita akan berhadapan dengan
orang lain dan akan timbul interaksi dengan orang lain. Ada kalanya
kita bisa menjadi orang yang disukai dalam pergaulan atau menjadi orang
yang menyenangkan tetapi sebaliknya bisa menjadi apatis atau pasif sehingga kadang terkesan sebagai troble meker dalam sebuah lingkup pergaulan.
Siapapun tentu kurang senang berbicara dengan orang yang selalu penuh keluh kesah, umpatan, caci
maki, dan kata-kata yang dapat membuat telinga merah. Tetapi bagaimana
jika kita tidak tahu bagaimana mengatakan hal yang dapat menyenangkan
orang lain, yaitu dengan cara diam dan mendengarkan apa yang dia katakan
dengan penuh perhatian. Hal ini merupakan salah satu pujian yang dapat
kita berikan kepada siapapun.Menjadi pendengar yang baik adalah salah satu cara kita mengungkapkan perhatian kita kepada orang lain, memberikan penghargaan terhadap orang lain karena mereka butuh penghargaan, juga perhatian serta dukungan.jika kita ingin orang lain menyenangi kita, berbuatlah untuk menyenangkan mereka juga .Filsafat hidup adalah hal yang abstrak yakni bagaimana seseorang memandang suatu persoalan hidup, cara memecahkan atau menyelesaikannya.
Ada beberapa filsafat hidup yang dianut oleh manusia.
1. Dalam hidup ini yang penting perut kenyang dan badan sehat.
2. Dalam hidup ini mengikuti kemana arah ,mata anginberhembus,angin berhembus ketimur ikuti ketimur, angin berhembus kebarat ikuti kebarat,supaya selamat dan mendapatka napayan diinginkan.
3. Dalam hidup ini yang penting aku seneng, masa bodoh dengan urusan orang lain.
4. Dalam hidup ini harus baik didunia dan baik di akhirat
Oleh karena itu dalam menjalankan kehidupan, niatkan untuk ibadah dengan suatu keyakinan bahwa pekerjaan dan tempat kerja kita, kita yakini sebagai tempat mengabdi kepada Nusa, Bangsa dan Negara, dan sebagai upaya menghambakan diri kepada Allah SWT. Dengan demikian maka setiap hendak berangkat ke tempat bekerja berniatlah beribadah, Insya Allah seluruh pekerjaan kita akan bernilai ibadah, dan mendapatkan pahala.
"Barangsiapa keadaan hidupnya pada
hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka orang semacam itu dilaknat
oleh Allah".
karena itu pilihan kita tidak ada lain kecuali , yakni tidak ada hari tanpa peningkatan kualitas hidup.
Sebagai umat Islam, kedispilinan, dedikasi, kepandaian, kecerdasan,
keterampilan harus kita tingkatkan, agar kita termasuk orang yang
beruntung.Yang paling baik adalah
seimbang antara kepentingan duniawi dengan kepentingan ukhrowi dan tidak
berat sebelah. Kesalahan yang sudah terlanjur, selama masih mau
bertaubat tidak jadi masalah. Oleh karena itu, segala hukuman, seperti
hukuman administrasi dalam kepegawaian, selalu didasarkan atas beberapa
pertimbangan. Apakah kesalahannya tidak bisa ditolerir, apakah orang
tersebut perlu diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya atau
tidak. Apakah kesalahannya terpaksa atau karena kebodohannya? Maka
berbagai pertimbangan perlu dilakukan sehingga ada kesempatan bagi orang
tersebut untuk memperbaiki kesalahannya, agar dia bisa kembali menjadi
orang yang baik dimata siapapun. Mari membenahi diri sebagai mana firmanNya Nabi Muhammad SAW bersabda :
"Walaupun engkau pernah melakukan
kesalahan sehingga langit ini penuh dengan dosamu, asal saja kamu
bertaubat, pasti akan terima oleh Allah".
Mari kita berbenah diri untuk menuju kebaikan semata mata karenaNya.Semoga kita diberikan manfaat hidup yang bermanfaat bagi sesama.Amin ya Rob.
BAHAGIA YANG SEMU
Komunikasi dan interaksi sosial dalam sebuah keluarga,lingkungan
baik di rumah maupun di kantor terkesan lebih egois dan individualis.di
rumah si ibu sibuk BBM-an dengan teman temannya,si ayah Sibuk twitter-an
dengan kolega koleganya,si anak sibuk Facebook-an dan game game
on-linenya.di bus tidak memperhatikan orang orang
disampingnya,sibuk menekan tombol Black berry,sambil tertawa lalu
membalas pesan dari teman temannya.tidak melihat apakah orang
disampingnya cantik,tampan atau jelek, teroris atau malaikat,yang
penting BBM-an,Facebook-an,Twittera-an,Internet-an,Game-an terus sampai
mabuk.
Aku mencermati tingkah laku diri juga lingkungan sekitarku . seolah mencari pembenaran dalam sikap yang tak melupakan hak dan kewajiban bersosialisasi dan berhubungan secara sehat dan benar.Ada yang salah dalam memposisikan diri dengan alasan apapun ke egoisan membuat kesenjangan yang kian tajam.
berkomunikasi dan berinteraksi tanpa saling menatap atau bertemu
memang sangat praktis dan efisien tapi perlu kita sadari bahwa manusia
terlahir sebagai mahluk sosial yang harus berkomunikasi dan berinteraksi
dengan orang orang disekitarnya secara langsung untuk menciptakan
kehidupan sosial yang sehat dan seimbang sehingga tidak terjadi suatu
kehidupan sosial yang egois dan individualis.
Intensitas dan bentuk pesimisme dan nihilisme pada individu bergantung
pada faktor-faktor yang berpengaruh atasnya, seperti seorang yang patah
hati dalam cinta atau tidak berhasil mencapai kedudukan yang diinginkan
akan terjebak dalam pesimisme, namun setelah berlalunya waktu ia
mendapatkan cinta yang baru atau berhasil menggapai posisi yang lain,
dengan demikian ia bisa bangkit lagi dan menjauh dari pesimisme.
Sementara seorang yang jatuh ke lembah pesimisme dan nihilisme karena
faktor kekeliruan dalam mengenal hakikat dan tujuan penciptaan alam
semesta adalah sangat mungkin tetap terjebak dalam paham tersebut
sepanjang hayatnya.manusia yang memiliki pengetahuan luas dan setelah mempelajari beragam
aliran-aliran pemikiran lantas tidak bisa menetapkan salah satu
pemikiran yang benar, pada akhirnya akan mengalami kebingungan dan
terjebak dalam pesimisme dan nihilisme.
manusia senantiasa ingin mengetahui dari mana dia berasal, untuk apa ia
hadir di muka bumi ini, dan kemana ia akan pergi setelah kematian.
Sebagian manusia merasa tidak mampu memberikan solusi atas
persoalan-persoalan tersebut kemudian mengabaikannya dan sebagian lain
yang minoritas sangat serius memandang masalah-masalah itu dan berusaha
secara terus menerus mencari jawaban hakikinya.
Tanpa diragukan bahwa manusia yang tidak memiliki harapan, tujuan,
cita-cita, dan ideologi pasti akan mengalami putus asa dan pesimisme.
Seseorang yang tidak menentukan arah dan tujuan kehidupannya yang
kemudian berusaha dengan segenap kemampuan menggapainya atau dia hanya
mengikuti perubahan-perubahan yang ada dan menempatkan dirinya semata
pada realitas yang ada, maka ketika berbenturan dengan berbagai kejadian
dan fenomena yang tidak menguntungkan dirinya dan bahkan terjebak dalam
persoalan yang tidak ada solusinya pasti akan putus asa dan pesimis.
Manusia tidak selayaknya menentukan suatu tujuan yang pada hakikatnya
bukan tujuan utama dan memandang tujuan tersebut sebagai sesuatu yang
sangat bernilai dan berharga, karena kalau dia tidak berhasil
mencapainya pasti akan mengalami putus asa, kekecewaan, pesimisme, dan
nihilisme. Dengan demikian, dia justru akan kehilangan tujuan hakiki dan
nilai kehidupan yang sangat berharga dan abadi, yakni kebahagiaan,
kesempurnaan, dan keselamatan di alam akhirat yaitu alam pasca kematian.
penyebab manusia terjebak pada pesimesme adalah tidak rela terhadap kondisi diri, sedang kerelaan atas kondisi diri
merupakan syarat atas keseimbangan jiwa dan ruhani manusia.Dunia bukanlah tujuan, tapi tempat manusia berbakti kepada Allah dan
tempat berbuat sebagai wakil-Nya untuk kesejahteraan, keadilan dan
kedamian. Kelak tujuan akhir adalah akhirat, dimana manusia dapat
menikmati puncak kebahagian. Namun, dunia diperlukan, selain sebagai
alat pengabdian, untuk dinikmati seperlunya agar tumbuh rasa rindu
kepada kampung akhirat.Hidup di dunia ini tidak lain hanyalah suatu kesenangan dan permainan
belaka. Sesunggunya kampung akhirat, itulah kehidupan yang sebenarnya
jika mereka mengetahui.รข€? (Q.S. al-Ankabut : 64).
Manusia itu selalu dilindungi hati nurani maka pantaskah jika hati menjadi sempit buta dan tuli.hingga tertutup segala galanya,hingga kebahagiaan itu seperti semu belaka.
BAGAIMANA KITA SIBUK MEMIKIRKAN HIDUP
Hidup ini tak ubahnya panggung sandiwara, dimana setiap insan memiliki peran yang harus dilakoni dengan sebaik baiknya sekali salah melakoni peran maka menyesal sepanjang jalan, namun demikian apa apa yang dijalani tentu saja melalui pemikiran yang sudah sangat diperhitungkan.Dalam perjalanan hidup sering kali tidak melalui jalan yang mulus, banyak rintangan yang harus dihadapi dengan pemikiran yang lapang sebab jika pemikiran kusut tak akan pernah menemukan jalan menuju terangNya.Terkadang rintangan itu seprti sebuah permainan yang sungguh sangat melelahkan.
Dalam kitab suci manapun telah disebutkan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mengalami mati. Namun hakekatnya, setiap makhluk hidup tidak akan pernah mengalami kematian.makhluk yang telah mati, maka hanya kehilangan jasadnya saja. Namun
rohnya tetap hidup untuk selamanya. Ia akan mengalami pengembaraan
hingga akhirnya menghadap GUSTI ALLAH.
Lalu mengapa kita sibuk dengan persoalan yang hanya sementara ini, inipun sering menjadi pertanyaan diri.
Orang Jawa pasti sering mendengar kalimat "Urip Iku Ibarat Wong Mampir
Ngombe". dalam kalimat itu sebenarnya kita disuruh untuk memahami dan belajar
bahwa sebelumnya kita pernah hidup, dan ketika kita hidup di dunia maka
kita hakekatnya adalah beristirahat sebentar.
~Gitanjali – Rabindranath Tagore ~
hari demi hari membuatku berharga dengan pemberian sederhana dan agung ,yang kau berikan padaku tanpa diminta langit dan cahaya,tubuh ini dan pikiran menyelamatkanku dari bahaya yang berlebih.
Membaca kutipan puisi R. Tagore membuatku tercenung. Betapa tidak, dalam
kata-kata indah itu adalah ungkapan rasa syukur dan terimakasih atas kehidupan
yang dianugerahkan. Puisi itu seolah mengingatkanku, bahwa hidup adalah
sebuah pemberian sederhana dan agung yang menjadikan diri kita
berharga.Tapi mengapa kita hanya sibuk berputar putar tak tentu arah.Hingga lupa memikirkan bahwa kematian itu sudah begitu dekatnya.
Enggannnya
orang membicarakan mati mungkin disebabkan rasa takut yang berlebihan
karena merasa diri belum siap menerima datangnya maut. Merasa dirinya
belum memiliki tabungan berupa amal ibadah yang mencukupi untuk
menyongsong kehidupan sesudah mati (alam barzah).
Atau juga, sama sekali tidak mempedulikan hal yang satu ini, karena
sudah begitu lupa dan hanyut dalam kesenangan dan kenikmatan duniawi semata. Tidak mengherankan kalau kuburan menjadi salah satu tempat yang paling sepi di muka bumi.
Bumi kita seperti debu. Diatas debu itu terdapat jutaan manusia yang
menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam kesibukaan kerja dan
aktivitas duniawi lainnya. Di atas muka bumi pula kita menemukan
orang-orang yang berjalan sambil membusungkan dada ke depan
(menyombongkan diri) karena kekuasaan yang mereka miliki, istana megah,
uang ,anak isteri yang dibanggakan.
difirmankan Allah dalam surat Al Ashr yang artinya
1.demi masa
2.Sesungguhnya manusia itu benar benar dalam kerugian
3.Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan menasehati menasehati supaya menetapi kesabaran.
Sungguh aku mengelepar dalam perenungan yang membuat aku benar benar terdiam dari segala penjuru mata angin.
“Seberapa banyak aku telah mencintai?”
Langganan:
Postingan (Atom)