ketika sekelompok anak kecil
berlarian menghampiri
mengucapkan salam
mencium tangan
dengan senyum keiklasan
duduk diam dan tenang
merapat di sampingku
dengan penuh santun

ada sorot mata yang sayu
hingga menusuk jantung
mendulang pilu hingga menuju telaga
disudut mata
tawa seperti hambar
berbeda dengan anak anak seusianya
mereka terlalu muda
untuk kehilangan ibu bapaknya
tapi takdir telah memilih mereka
untuk menjadi ladang amal bagi siapa saja
yang terketuk pintu hatinya

Aku tertegun hingga detak jantungku terhenti
sajian yang dihidangkan bukan nyanyian dan sendra tari
tapi sebuah ayat ayat penuh cinta
dilantumkan dengan bersahaja
sungguh air mata tak tertahankan
begitu indah merdu ditelinga
anak sekecil itu
hafalkan Alqur'an
dengan tajwit yang fasih
hingga berdiri bulu kudukku
menyaksikan keajaiban mereka

MARI kita bangunkan
saudara saudara kita yang tertidur
dikasur yang empuk
yang tidak kulihat dikamar berdinding kayu lapuk
lantai itu sebagian hanya tanah merah
hanya untuk menjamu tamu
tergelar karpet hijau dan biru tua
MARI kita ajak yang lainnya
memberi dengan tangan kanan
hingga tangan kiri tak pernah menduga
dan dijauhkan dengan hati yang ujub

Disini mereka bersuka cita
Menanam harap yang sungguh sederhana
bercengkrama dengan ayat ayat
Menghitung bintang harapan dengan syukur
Menghitung impian dengan Zikir
Memulai jejak pagi dengan duha
Memaknai takdir dengan iklas

Disinilah kelak mereka tidur dengan layak
Disinilah kelak mereka merasakan hidup seperti anak anak lainya
Disinilah ladang amal bergulir perlahan
Menjadikan mereka generasi yang bermanfaat
Penerus ukwah islamiah
Amin ya Rob
Tidak ada komentar:
Posting Komentar