Menetes air mata
Menyerupai lautan kelopak bunga
Menelusuri kenang sepanjang angan
Memupus segala linangan
Tenang bak luasnya lautan asa
Menerangi hati dengan cahaya kekuatan dan keyakinan
lalui musim bertangkai tangkai bunga
Langit biru bak mendung tergantung
Menatap lelangit sebagai harapan
Sedang merah putih tak lagi seiring
Gugurnya gerimis mengenangi hati yang kelelahan
Melangkah disebuah jalan dimana takdir yang menjejali nyata
Mengingatkan taman dimana kita berkisah
Senja membawa kembali pada kosong yang benar benar kosong
Hingga gelap serupa kuning keemasan
Sisakan pelangi yang tak lagi beraneka warna
Menghapus jejak yang dipaksakan
lalu membiarkannya menjadi kenanagan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar